Sorong Selatan, PBD, https://tipikorinvestigasinews.id – Proyek pembangunan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB) di SMP Ampera Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, yang bersumber dari Tahun Anggaran 2025 hingga kini belum juga rampung.
Kondisi proyek yang terbengkalai kembali menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan terkait pelaksanaan pekerjaan serta pengelolaan anggaran pembangunan tersebut.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, bangunan sekolah terlihat belum selesai dikerjakan. Sejumlah bagian bangunan masih berada pada tahap rangka dan pemasangan dinding, sementara pekerjaan atap belum diselesaikan sepenuhnya.
Area sekitar proyek juga mulai ditumbuhi rumput liar, yang mengindikasikan aktivitas pembangunan telah lama terhenti.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Isak Meres, saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Rabu (13/5/2026), mengaku belum mengetahui secara rinci proses awal pelaksanaan proyek tersebut karena dirinya baru menjabat sebagai kepala dinas pada tahun 2026.
“Saya baru menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan tahun 2026,” ujar Isak Meres singkat.
Usai memberikan keterangan, Isak Meres kemudian mengarahkan awak media untuk meminta penjelasan lebih lanjut kepada kepala bidang terkait. Sementara itu, kontraktor pelaksana proyek, Jhon Ang, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada hari yang sama, memilih agar penjelasan lebih rinci disampaikan oleh pihak dinas terkait.
“Nanti tanya saja kepada dinas terkait dan Pak Karim selaku Kabid,” kata Jhon Ang.
Di sisi lain, Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Karim Kaligi, menjelaskan bahwa proyek pembangunan tersebut merupakan pekerjaan yang diberikan pada masa kepemimpinan Kepala Dinas sebelumnya, Hengki Gogoba.
Karim mengaku tidak mengetahui secara detail proses koordinasi maupun teknis pelaksanaan pekerjaan karena dirinya bukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.
Namun demikian, ia membenarkan bahwa pembangunan sempat berjalan dengan progres diperkirakan mencapai sekitar 35 persen. “Pekerjaan itu diberikan oleh Pak Hengki Gogoba kepada Pak Jhon Ang untuk dikerjakan.
Dalam perjalanannya, pekerjaan sudah berjalan, sudah pemasangan kap dan lain-lain. Tetapi saat hendak melakukan penagihan, informasinya tidak ada anggaran atau anggarannya diblokir.
Saya juga tidak tahu persis karena saya bukan PPK-nya,” jelas Karim Kaligi. Karim juga mengaku menerima informasi bahwa dana proyek tersebut telah dikembalikan ke kas daerah, meskipun dirinya belum mengetahui secara pasti mekanisme maupun proses pengembalian anggaran tersebut. “Saya mendapat informasi bahwa uang itu sudah dikembalikan ke kas daerah.
Tetapi saya tidak tahu pasti bagaimana prosesnya,” katanya. Lebih lanjut, Karim menyebut proyek pembangunan tersebut sempat mengalami tarik-menarik kepentingan internal yang menghambat penyelesaian pekerjaan. Ia mengungkapkan adanya dua surat kontrak yang berkaitan dengan proyek tersebut, yakni atas nama Jhon Ang dan Sekretaris Daerah (Sekda), sehingga memunculkan persoalan dalam pelaksanaan proyek.
Menurut Karim, persoalan tersebut bahkan sempat dibahas bersama Bupati Sorong Selatan guna mencari solusi penyelesaian. “Karena ada tarik-menarik di dinas saat itu sehingga pekerjaan tertunda. Bahkan waktu itu sempat sampai berhadapan dengan Bupati untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pagu anggaran pembangunan tiga RKB SMP Ampera Teminabuan diketahui mencapai lebih dari Rp900 juta dan proyek tersebut dikerjakan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL).
Meski demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan memastikan pembangunan gedung sekolah tersebut akan kembali diprogramkan pada Tahun Anggaran 2027 dengan mempertimbangkan kondisi efisiensi anggaran nasional yang saat ini sedang berlangsung. “Pasti akan diprogramkan kembali pada tahun 2027.
Sekarang ini kita tahu bersama ada efisiensi anggaran secara besar-besaran secara nasional. Kepala dinas melihat program yang sudah dikerjakan ini bisa ditindaklanjuti kembali pada tahun 2027,” jelas Karim.
Usai menemui Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Bidang SD dan SMP, awak media kemudian mendatangi Kantor Bupati Sorong Selatan untuk melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Daerah. Namun, saat didatangi, Sekda tidak berada di tempat.
Awak media selanjutnya mendatangi kediaman Sekda yang berada di kawasan Perumahan Pemerintah Daerah di area Kantor Bupati Sorong Selatan. Namun, saat tiba di lokasi, rumah tersebut tampak sepi dan tidak terlihat adanya aktivitas penghuni.
Dilaporkan oleh: Asep Suebu







____________________________________________