tipikorinvestigasinews.id – Universitas Esa Unggul melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui berbagai langkah strategis, inovatif, dan kolaboratif. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan benchmarking ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam program penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas institusi, serta pengembangan berkelanjutan di lingkungan FKIP Universitas Esa Unggul.
Benchmarking ini merupakan agenda strategis FKIP Universitas Esa Unggul untuk memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, serta menggali praktik praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah transformasi pendidikan tinggi yang semakin dinamis, perguruan tinggi dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi.
Rombongan FKIP Universitas Esa Unggul dipimpin langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Harlinda Syofyan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi kunjungan akademik formal, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis yang memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam mendukung implementasi Tridharma Perguruan Tinggi secara optimal.
Dalam kunjungan tersebut, FKIP Universitas Esa Unggul turut didampingi oleh jajaran pimpinan dan dosen, di antaranya Dr. Mujazi selaku Wakil Dekan, Dr. Abd Halim selaku Kaprodi PGSD, serta Dr. Imam Santosa selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris. Turut hadir pula para dosen dan tenaga kependidikan, yaitu Dr. Ratnawati Susanto, S.Pd., M.M., M.Pd., Dr. Oktian Fajar Nugroho, S.Pd., M.Pd., Dr. Ezik Firman Syah, S.Pd., M.Pd., Dr. Muhammad Rijal Fadli, S.Pd., M.Pd., Dr. Iswadi, S.Pd., M.Pd., Alberth Supriyanto Manurung, S.Si., M.Pd., Hardianti, S.Pd., M.Pd., Khusnul Fatonah, S.Pd., M.Pd., serta Osi Suhaerani, S.Psi. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan ini mencerminkan keseriusan FKIP Universitas Esa Unggul dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Rombongan disambut langsung oleh Dekan FKIP UNISSULA, Dr. Muhamad Afandi, beserta jajaran pimpinan fakultas. Sambutan hangat tersebut menjadi awal dari rangkaian diskusi akademik dan pertukaran pengalaman yang berlangsung secara intensif dan konstruktif.
Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas berbagai isu strategis terkait pengelolaan pendidikan tinggi. Beberapa topik utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi penguatan tata kelola program studi, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran, serta strategi peningkatan akreditasi program studi dan institusi.
Selain itu, implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan benchmarking ini. Kedua institusi saling berbagi pengalaman mengenai integrasi kurikulum yang adaptif, penguatan kerja sama dengan dunia industri dan mitra pendidikan, serta pengembangan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa memiliki keterampilan praktis dan kemampuan berpikir kritis.
Salah satu fokus utama FKIP Universitas Esa Unggul dalam benchmarking ini adalah mendalami manajemen pengelolaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dinilai telah dijalankan secara efektif oleh FKIP UNISSULA. Dalam sesi diskusi tersebut, berbagai aspek pengelolaan PPG dibahas secara mendalam, mulai dari sistem tata kelola akademik, pengelolaan administrasi mahasiswa, mekanisme pelaksanaan praktik lapangan, hingga strategi peningkatan kualitas lulusan program profesi guru.
FKIP Universitas Esa Unggul memandang bahwa pengelolaan PPG yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak tenaga pendidik profesional yang siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern. Oleh karena itu, pengalaman dan praktik baik yang diterapkan oleh FKIP UNISSULA diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan tata kelola PPG yang lebih terstruktur, efisien, dan berkualitas di lingkungan Universitas Esa Unggul.
Pada kesempatan yang sama, kedua institusi juga melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) sebagai bentuk penguatan kerja sama kelembagaan yang lebih konkret dan berkelanjutan. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.
Diskusi yang berlangsung interaktif juga menyoroti pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu internal dalam mendukung peningkatan kualitas institusi. Kedua pihak membahas strategi peningkatan akreditasi program studi, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta penguatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain aspek tata kelola akademik, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran juga menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan fleksibel. Oleh karena itu, pengembangan media ajar berbasis digital serta inovasi pembelajaran berbantuan teknologi menjadi perhatian penting dalam kegiatan benchmarking ini.
Tidak hanya itu, penguatan fasilitas pendidikan seperti laboratorium microteaching turut menjadi pembahasan strategis. Fasilitas ini dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru, terutama dalam melatih kemampuan mengajar, menyusun perangkat pembelajaran, hingga melakukan evaluasi pembelajaran secara profesional.
Pengembangan penelitian dosen dan mahasiswa juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Peningkatan produktivitas riset, publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, serta kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi dipandang sebagai langkah penting dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi pendidikan.
Wakil Dekan FKIP Universitas Esa Unggul, Dr. Mujazi, menyampaikan bahwa hasil dari kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi semata, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam bentuk kebijakan akademik dan program pengembangan fakultas. Fokus implementasi tersebut mencakup peningkatan mutu pembelajaran, penguatan layanan akademik, pengembangan tata kelola program profesi guru, serta peningkatan daya saing lulusan.
Sementara itu, Dekan FKIP UNISSULA, Dr. Muhamad Afandi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan benchmarking yang dilakukan FKIP Universitas Esa Unggul. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi dan turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Secara keseluruhan, kegiatan benchmarking ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP Universitas Esa Unggul dalam membangun budaya mutu, memperkuat jejaring kolaborasi, serta mendorong inovasi berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan, FKIP Universitas Esa Unggul terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul serta menghasilkan tenaga pendidik profesional, adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era global.
Abdi S







____________________________________________
