Tambolaka, http://tipikorinvestigasinews.id-Beatrix Dada Ngongo, ibu kandung dari Gregorius Bessu, akhirnya membuka suara terkait tragedi memilukan yang merenggut nyawa putranya dua tahun silam. Di hadapan keluarga dan cucu-cucunya, Beatrix mengungkapkan trauma mendalam serta harapan besar agar penegak hukum segera memberikan keadilan yang seadil-adilnya atas kasus pembunuhan sadis tersebut.
Gregorius Bessu meninggal dunia akibat aksi pembunuhan keji yang terjadi pada 5 Juni 2024 lalu. Sejak peristiwa tragis itu, sang ibu mengaku terus didera rasa takut dan kesedihan yang membekas parah.
Sambil menahan tangis, Beatrix menceritakan kembali ingatan terakhirnya pada pagi hari sebelum putranya ditemukan tewas. Seseorang mendatangi kediaman mereka untuk meminta bantuan korban.
Permintaan Bantuan: Terduga pelaku datang meminta Gregorius membantu mengangkut kerbau untuk dibawa ke pasar menggunakan kendaraan pickup.
Kesaksian Ibu: “Saya dengar sendiri orang itu meminta anak saya untuk mengangkut kerbau karena mau dibawa ke pasar. Anak saya kemudian keluar dan pergi,” ujar Beatrix dengan suara bergetar saat ditemui awak media.
Keberangkatan Terakhir: Ajakan tersebut menjadi momen terakhir Beatrix melihat putranya dalam keadaan hidup sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Bagi Beatrix, kehilangan anak yang dilahirkannya sendiri dengan cara yang sangat kejam merupakan sebuah pukulan batin yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata. Trauma ini bahkan membuatnya terus dibayangi ketakutan setiap hari.
“Dia anak yang lahir dari kandungan saya sendiri. Selama dua tahun ini hati saya sangat teriris. Saya tidak tahu lagi bagaimana menggambarkan hancurnya perasaan saya. Kehilangan dengan cara seperti ini sangat berat,” tuturnya perih.
Menutup keterangannya, Beatrix menyampaikan dengan dengan rasa haru bahwa pihak keluarga menaruh harapan penuh pada pundak aparat penegak hukum (kepolisian dan kejaksaan).
Ia meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan, seluruh pihak yang terlibat ditangkap, dan pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal dengan kekejaman mereka.
Bagi keluarga, ketegasan hukum adalah satu-satunya cara untuk memberikan kedamaian bagi mendiang Gregorius dan menyembuhkan trauma yang menyiksa batin mereka.
Reporter: Gunter Guru Ladu Meha
Editor: Redaksi Tipikorinvestigasinews.id







____________________________________________
