Petani Hortikultura Lede Ndua Minta Bantuan Alsintan, Tani Merdeka Bersama Kementan RI Siap Kawal

SUMBA BARAT DAYA, http://tipikorinvestigasinews.id
– Organisasi Tani Merdeka bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Hortikultura “Lede Ndua” di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (20/06/2026).

Kunjungan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan berbagai keluhan sektor pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga rantai pemasaran hasil bumi.

Ketua Kelompok Tani Lede Ndua, yang mewakili suara para petani desa setempat, mengungkapkan bahwa kelompok yang berdiri sejak 8 Juli 2007 tersebut saat ini dihadapkan pada tantangan pelik terkait degradasi struktur tanah, hambatan pemupukan, hingga serangan hama penyakit tanaman hortikultura. Untuk mengatasi kendala fisik di lapangan, mereka mengajukan permohonan pemenuhan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

“Kami sangat membutuhkan dukungan mekanisasi yang sesuai dengan karakteristik tanaman hortikultura di sini, khususnya bantuan berupa hand traktor dan cultivator. Kami berharap pemerintah memberikan bimbingan teknis sekaligus solusi nyata dari hulu ke hilir, termasuk dalam mengatasi masalah hama dan akses pemasaran,” ujar Ketua Kelompok Tani Lede Ndua di hadapan staff kementerian.

Merespons aspirasi tersebut, Kementan RI, Sigit Prihandoko akrab disapa Lede (nama ini dibagi oleh warga Sumba SBD) , menyatakan komitmennya untuk mengkaji pemenuhan kebutuhan Alsintan guna mendorong efisiensi kerja petani. Di sisi lain, ia juga menyoroti secara tajam isu ketergantungan akut petani terhadap pupuk kimia sintetis yang dinilai telah merusak ekosistem pertanian lokal.

“Jika terlalu tergantung dengan pupuk kimia, dampaknya sangat masif. Tanah perkebunan sayur akan semakin kurus karena kandungan humus menyusut, memicu terjadinya residu pemadatan tanah,” jelas Sigit Prihandoko.

Lebih lanjut, Sigit memaparkan bahwa tanah yang padat saat musim kemarau akan mengunci pergerakan akar tanaman. Sementara pada musim hujan, tanah gagal menyerap air dengan cepat sehingga menciptakan kelembapan tinggi yang memicu pembusukan akar dan serangan jamur Fusarium. Kondisi ini jamak ditandai dengan gejala daun menguning, layu, mendadak mati, hingga munculnya bercak jamur putih dan kuning pada daun akibat penguapan sisa kimia yang tidak terserap.

Tidak hanya merusak vegetasi, Staf Khusus Kementan juga mengingatkan ancaman serius residu kimia terhadap kesehatan konsumen.

“Bahan kimia ini secara perlahan mengancam kesehatan kita, bahkan menjadi salah satu faktor pemicu penyakit kanker. Kami mengajak seluruh petani di Weepangali dan secara umum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dan segera beralih kembali ke sistem pertanian organik demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan publik,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia, Kristina Bili, menegaskan kesiapannya untuk mengawal transisi ini sekaligus menjadi jembatan bagi para petani dalam sinergitas dengan Pemda setempat. Organisasi berkomitmen mendorong percepatan realisasi bantuan hand traktor dan kultivator, sekaligus memimpin gerakan edukasi pembuatan pupuk organik mandiri di Sumba Barat Daya. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan nilai tawar komoditas hortikultura lokal di pasar nasional. (Red.Tin.Id)

Reporter: Gunter Guru Ladu Meha

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *