Ternate Mulut, tipikorinvestigasinews.id – Arahan Mendagri, Tito Karnavian, terkait kebutuhan pembangunan bandara ibu kota provinsi Maluku Utara dalam Musrembang RKPD 2026 di Bela International Hotel pada Kamis (24/04) direspon oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos.
Sherly menyebutkan bahwa soal arahan Mendagri ini akan menjadi pekerjaan rumah baginya.
“menurut Pak Mendagri, kalau ingin memajukan ibu kota, maka harus ada bandara. Ini akan menjadi pekerjaan rumah saya, dan saya akan berkomunikasi secara intens baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta untuk membangun airport di Sofifi,” kata Sherly.
Pernyataan ini menjadi penegasan komitmen Gubernur Sherly untuk mendorong konektivitas di pusat pemerintahan provinsi, yang selama ini masih bergantung pada akses laut dari Kota Ternate.
Gubernur Sherly berharap, dengan komunikasi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, impian menjadikan Sofifi sebagai ibu kota yang representatif dan terhubung langsung melalui jalur udara bisa segera terwujud.
“Bandara bukan hanya soal infrastruktur, tapi simbol konektivitas dan kemajuan daerah. Sofifi harus punya itu,” ucapnya.
Mantan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pernah meninjau langsung lokasi pembangunan Bandara Loleo, yang berlokasi di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, 15 September 2023.
Pada kesempatan itu. Budi mengungkapkan bahwa pembangunan Bandara Loleo sudah direncanakan untuk melengkapi kebutuhan transportasi di ibu kota Provinsi Maluku Utara di Sofifi.
“Kita rencanakan bandara ini dengan panjang 2.400 meter dengan lebar 45 meter,”ujar Menhub kepada awak media sebelum bertolak ke Ternate.
Bandara Loleo akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Hanya saja, pemerintah daerah harus membebaskan lahan milik warga.
Bahkan, di tahap pertama Pemprov Malut telah membeli lahan seluas 5 hektare yang direncanakan untuk runway.
(Iwan Hi. Saleh)







____________________________________________
