Aceh Tamiang- Tipikorinvestigasinews.id
Program peremajaan sawit rakyat PSR yang di gelontorkan oleh pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang pertanian, Khususnya di kabupaten Aceh Tamiang, sejak beberapa tahun terakhir sudah ribuan hektar lahan masyarakat yang mendapatkan program PSR, namun berbanding balik yang di alami warga Kampung(Desa*Red) paya Tampah, Kecamatan Karang Baru, Warga mengaku, sudah hampir satu tahun di tebang dan di bersihkan, namun hingga saat ini belum juga ada penanaman.
Salah seorang warga yang tidak ingin namanya di catut dalam pemberitaan, saat di konfirmasi awak media menjelaskan.
“Iya bang, lahan saya ada dua hektar sudah di tebang, Sudah hampir satu tahun, lahannya pun sudah semak kembali, namun sampai sekarang ini belum juga ada penanaman, bukan cuma punya saya bang, kawan-kawan juga sama, belum juga di tanam, lebih kurang ada 20 hektar yang belum di tanam bang, udah enggak jelas kayaknya bang, kami pun udah pesimis, enggak percaya lagi lah sama koprasi Koprasi itu, takutnya semua koprasi sama aja,”ujarnya
Sambungnya lagi, kami berharap lahan kami segera di tanamkan, jangan di biarkan begitu saja, seperti tidak bertanggung jawab, setelah di tebang lalau di tinggalkan, jika abang mau tau lebih jelas, coba abang jumpai tarmin, dia itu korlapnya, rumah nya di dusun beteng Kampung Selelas, dia yang tau lebih banyk bang,”terangnya.
Awak media konfirmasi Tarmin selaku korlap, kordinator lapangan, dikediamannya
Ia menyebutkan.
“Benar bang, kita sudah tumbang di bulan 8 tahun 2024, di karena kan bibit belum ada sampai sekarang belum kita tanam bang, namun saat ini bibit baru saja masuk itu bang, ya walau lahan sudah semak kembali, nanti sebelum tanam kita bersih kan lagi bang, untuk koprasi yang kita pakai itu koperasi Sinar Alfatih Jaya bang, si awen ketuanya, kalau abang mau tau lebih jelas soal keterlambatan nya apa, tanyakan langsung ke Awen bang, saya cuma orang kerja saja,”terang Tarmin.
Saat awak media menghubungi Awen, ketua koperasi melalui telepon wathsapp nya, untuk mempertanyakan kendala keterlambatan penanaman, ia menerangkan.
“Iya bang, enggak ada masalh itu bang, kontrak nya empat tahun bang, walau kontrak nya empat tahun, namun akan kita segera selesaikan bang, terkait kendala keterlambatan penanaman, abang coba hubungi saja si Tarmin, dia korlapnya, saya sedang dirumah sakit, ini masih di infus, nanti ada waktu kita duduk bang,”ujarnya.






____________________________________________
