Aceh Singkil, tipikorinvestigasinews.id – Singkil – Di balik hamparan hijau alam Aceh Singkil, terbentang jalan lintas yang seharusnya menjadi urat nadi penghubung antarwilayah.
Namun sayang, harapan akan infrastruktur yang mulus kini tercabik oleh kenyataan: jalan yang berlubang di sana-sini, menganga bagai jebakan di tengah perjalanan.
Jalur Lintas Singkil–Rimo, yang setiap hari dilintasi oleh kendaraan warga, pelajar, bahkan ambulans yang membawa pasien darurat, kini berubah menjadi medan uji nyali.
Lubang-lubang menganga tak hanya menghambat laju, tapi juga mengancam keselamatan jiwa.
Ironisnya, keluhan demi keluhan warga seolah tak bergaung di telinga para pemangku kebijakan.
Pemerintah Daerah Aceh Singkil tampak menutup mata, seakan tak tergugah oleh derita masyarakat yang bertaruh nyawa di setiap kilometer jalan ini.
“Sudah sering kami sampaikan. Tapi sampai sekarang belum ada respon nyata. Apakah harus ada korban dulu baru bertindak?” keluh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menduga, ada yang tidak beres dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah.
Di saat anggaran belanja daerah terus meningkat tiap tahunnya, mengapa perbaikan jalan yang jelas-jelas vital bagi rakyat justru diabaikan?
Jika diam adalah pilihan, maka suara rakyat akan terus bergema. Jalan rusak bukan sekadar tentang aspal yang mengelupas—ia adalah simbol dari kelalaian, dari janji-janji pembangunan yang tinggal angin lalu.
Dan jika pemda masih memilih bungkam, maka pertanyaan ini akan terus menggantung di udara: ada apa dengan Pemda Aceh Singkil?
(syahdun)







____________________________________________
