Kajen, tipikorinvestigasinews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan menggelar Konferensi PGRI Periode XXIII Tahun 2025 di Aula SMAN 1 Kajen Kabupaten Pekalongan, Sabtu (21/6/2025) dan hadir pada acara tersebut Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Mualip, S.Pd., M.M., Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah H. Aris Munandar, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid, S.IP., M.M., Ketua PGRI periode 22 Rejo Herbeno, S.Pd.,M.Pd., Ketua YPLP Drs. Yoyon Ustar Hidayat., Kapolsek Kajen AKP Turkhan dan segenap jajarana pengurus harian.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Tahun XXIII periode tahun 2025 – 2029 dan wakil Mujiyana, S.Pd., Paryadi, S.Pd, Bara Akanta, S.Pd, M.Pd. dan Sekretaris Rohmat Kurniadi, S.Pd., wakil dan sekretasris ini dipilih melalui pemungutan suara yang dilakukan oleh 314 anggota PGRI yang hadir.
Kholid menduduki posisi ketua PGRI periode XXIII mengganti kepemimpinan sebelumnya yang dipegang Rejo Herbeno periode XXII
Konferensi PGRI ini berjalan dengan sukses yang dihadiri hampir 100% peserta. Dan mengamini calon tunggal untuk dinobatkan menjadi ketua PGRI masa Bhakti XXIII.
Konferensi PGRI kabupaten Pekongan tahun 2025 mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” dan pada kesempatan ini, dibuka oleh Bupati Pekalongandiwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid, S.I.P., M.M.
Dalam sambutan tertulisnya bupati mengatakan bahwa
Pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa.
” Guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus bertransformasi mengikuti perubahan zaman,” kata Bupati mengingatkan.
Lebih lanjut Bupati menambahkan bahwa Konferensi ini bertujuan mengevaluasi program kerja PGRI sebelumnya dan merumuskan strategi baru menghadapi era modern kedepan. Dan sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI Pekalongan berkomitmen meningkatkan kompetensi para guru sesuai tuntutan abad ke-21.
Menurut Bupati Pekalongan.
Tema transformasi yang diangkat nampaknya merelevansi dengan visi Indonesia Emas .
“Kita ingin memiliki bangsa yang unggul di bidang pendidikan, teknologi, dan semua aspek kehidupan,” Imbuh Bupati
Pesan bupati bahwa, Kami berharap konferensi ini menghasilkan pengurus yang amanah dan mampu menjalankan organisasi secara profesional, ungkapnya
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI untuk memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan itu Rejo Herbeno dalam sambutannya mengatakan bahwa panitia konferensi kabupaten ini terdiri dari Pegurus PGRI Kabupaten Pekalongan dan 22 Kepala Cabang yang masing-masing masing diwakili 3 orang serta dihadiri dari 483 kepala ranting.
Lebih lanjut Rejo Herbeno mengatakan bahwa konferensi ini adalah forum tertinggi di Kabupaten Pekalongan, dimana forum ini adalah untuk mempertanggungjawabkan selakubpengurua periode XXII dengan agenda konferensi kabupaten periode XXIII, pengesahan program lewat sidang komisi-komisi dan pemilihan pemilihan pengurus F2 yang dilaksanakan dengan pemungutan suara dan untuk F1 hanya ada calon tinggal jadi dipilih secara aklamasi.
” Alhamdulillah konferensi kabupaten tahun 2025 ini laku karena semua kepala cabang dan rantai serta anggota hadir memenuhi kuorum, kalau dulu sebelumnya pernah diadakan acara yang sama tapi tidak laku “, tutur Rejo Herbeno
Sementara itu Ketua Panitia Trisno Budi Santoso dalam laporannya menyampaikan bahwa AD/ART menetapkan konferensi dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dan selamat lambatnya 6 bulan dari konferensi Propinsi untuk pemilihan pengurus PGRI periode XXIII tahun 2025 – 2030.
Lebih lanjut Trisno Budi Santoso mengatakan bahwa konferensi hari ini merupakan lanjutan yang kedua dari penyelenggaran pada bulan Desember tahun 2024 yang dinyatakan tidak memenuhi kuorum.
” Harapan konferensi hari ini dapat berjalan dengan lancar sesuai AD dan ART “, ucap Trisno Budi Santoso.
( LELES )







____________________________________________
