Jakarta : Tipikorinvestigasinews.id –Tidak semua orang yang bermimpi besar mampu mengubah mimpinya menjadi kenyataan. Namun, Dr. Iswadi adalah pengecualian. Ia tumbuh dalam keterbatasan, melangkah perlahan namun pasti, dan kini berdiri tegak sebagai seorang pendidik yang menginspirasi banyak orang. Dari ruang kelas kecil di kampung halamannya hingga ruang kuliah di Universitas Esa Unggul, ia telah membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya alat untuk mengubah nasib pribadi, tetapi juga untuk membangun bangsa.
Dr. Iswadi lahir dari keluarga sederhana di sebuah kota kecil di Indonesia. Masa kecilnya dihiasi dengan perjuangan hidup dan berbagai keterbatasan. Orang tuanya bukan lulusan perguruan tinggi, tetapi mereka memiliki satu warisan berharga: keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan dan keterbelakangan. Dukungan moral dan semangat dari orang tuanya menjadi pondasi utama yang membentuk karakter Iswadi kecil disiplin, tangguh, dan haus akan ilmu.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Iswadi sudah menunjukkan kecintaan pada pelajaran dan buku. Ia dikenal sebagai murid yang rajin dan tekun, meskipun tidak memiliki banyak fasilitas belajar seperti teman-temannya. Ketika sebagian anak seusianya menghabiskan waktu untuk bermain, Iswadi lebih senang membaca buku-buku bekas yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah atau dari guru-gurunya. Ia tumbuh dengan satu cita-cita sederhana: menjadi seorang guru.
Cita-cita itu terus ia bawa hingga remaja. Setelah lulus Sarjana dan Magister, Iswadi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ), salah satu kampus terkemuka di bidang pendidikan. Dengan bekal tekad dan semangat yang besar, ia meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Jakarta. Di ibu kota, hidup tak semudah yang dibayangkan. Ia tinggal di kos-kosan sederhana dan bekerja sambilan demi membiayai kebutuhan hidup dan kuliah.
Namun, semua kesulitan itu tidak mematahkan semangatnya. Di UNJ, Iswadi dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, cerdas, dan berdedikasi. Ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, dan pelatihan kepemimpinan. Ia percaya bahwa pengalaman di luar kelas sama pentingnya dengan ilmu di dalam kelas. Selama kuliah, ia juga aktif menjadi dosen dan pengalaman yang semakin menguatkan panggilan jiwanya sebagai pendidik.
Setelah menyelesaikan studi sarjana, Iswadi tidak berhenti belajar. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, dan akhirnya meraih gelar doktor. Proses ini tidak mudah. Ia harus membagi waktu antara studi, pekerjaan, dan kehidupan keluarga. Namun, semua itu ia jalani dengan penuh kesabaran dan komitmen. Baginya, setiap jenjang pendidikan yang ia raih bukan hanya untuk prestise pribadi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.
Kini, Dr. Iswadi mengajar di Universitas Esa Unggul, salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia. Di kampus ini, ia dikenal sebagai dosen yang berdedikasi, ramah, dan dekat dengan mahasiswa. Ia tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberi inspirasi dan motivasi agar mahasiswa terus berkembang dan berani bermimpi besar.
Dalam kesehariannya, Dr. Iswadi lebih dari sekadar pengajar. Ia adalah mentor, pembimbing, sekaligus sahabat bagi para mahasiswa. Ia kerap mengajak mereka berdiskusi di luar jam kuliah, memberikan masukan personal, dan membantu mereka mengenali potensi terbaik dalam diri mereka. Bagi Dr. Iswadi, mengajar bukanlah pekerjaan biasa, melainkan panggilan hati.
Selain fokus di kampus, Dr. Iswadi juga aktif menulis karya ilmiah, menghadiri seminar serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ia percaya bahwa seorang akademisi harus terus belajar, mengembangkan diri, dan berbagi ilmu. Melalui tulisan dan risetnya, ia berusaha menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan pendidikan di Indonesia.
Salah satu prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh adalah bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil. Ia percaya bahwa setiap kelas yang ia ajar, setiap mahasiswa yang ia bimbing, adalah bagian dari upaya besar membangun negeri melalui pendidikan. Dengan mendidik satu generasi muda, ia sedang mempersiapkan pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan.
Kepada para mahasiswanya, Dr. Iswadi kerap menyampaikan bahwa keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan dari proses panjang yang penuh perjuangan. Ia selalu menekankan pentingnya kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan ketekunan sebagai nilai utama dalam menempuh kehidupan.
Kisah hidup Dr. Iswadi adalah bukti nyata bahwa pendidikan memiliki kekuatan luar biasa. Ia adalah teladan bahwa siapa pun bisa berhasil jika memiliki tekad, kerja keras, dan kemauan belajar yang kuat. Dari ruang kelas sederhana hingga menjadi seorang doktor dan dosen inspiratif, ia telah membuktikan bahwa ilmu bukan hanya alat untuk mencari penghidupan, tetapi juga jalan untuk mengabdi dan membangun negeri.
Kini, Dr. Iswadi terus melangkah, dengan semangat yang tak pernah padam. Ia masih menulis, masih mengajar, dan terus membangun negeri satu pikiran, satu generasi, dan satu tindakan nyata pada satu waktu.##







____________________________________________