Solok Selatan,tipikorinvestigasinews.id – Kasus penembakan yang melibatkan Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, terhadap Kasat Reskrim AKP Ryanto Ulil Anshar, terus berkembang.di kutip dari pemberitaan saluran merdeka.com (24 November 2024)
Terungkap bahwa setelah menembak mati rekannya di halaman parkir Mapolres Solok Selatan, AKP Dadang juga melepaskan tembakan ke arah rumah dinas Kapolres Solok Selatan, AKBP Arief Mukti.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Andry Kurniawan, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada Jumat (22/11) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan dua lokasi penembakan, yakni halaman parkir Mapolres dan rumah dinas Kapolres yang berjarak sekitar 20-25 meter.
“Pelaku menembakkan sembilan kali tembakan. Dua peluru mengenai korban, sedangkan tujuh tembakan lainnya diarahkan ke rumah dinas Kapolres,” ujar Kombes Andry.
Temuan di Lokasi Penembakan
Dari olah TKP, tim penyidik menemukan tujuh proyektil di dua lokasi. Dua proyektil ditemukan di lokasi penembakan AKP Ryanto, sementara lima proyektil lainnya ditemukan di rumah dinas Kapolres, di mana satu proyektil berupa serpihan dan empat lainnya masih dalam kondisi utuh.
Meski rumah dinas Kapolres menjadi sasaran, AKBP Arief Mukti yang berada di dalam rumah saat kejadian dipastikan tidak terluka. “Tidak ada pertemuan antara Kapolres dan tersangka saat kejadian berlangsung,” tambah Andry.
Motif Penembakan
AKP Dadang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Berdasarkan keterangan awal, tersangka diduga tidak puas dengan proses hukum yang menjerat seorang temannya.
“Tersangka merasa kesal karena temannya diproses hukum. Ketika ia meminta bantuan tetapi tidak mendapat respons, tersangka kemudian melampiaskan amarah dengan melakukan penembakan,” jelas Kombes Andry.
Terkait Kasus Tambang Ilegal
AKP Ryanto diketahui tengah menangani kasus tambang ilegal di Solok Selatan, termasuk melakukan penangkapan terhadap pelaku yang diduga memiliki keterkaitan dengan tersangka. Hal ini disinyalir menjadi pemicu utama terjadinya tragedi penembakan ini.
Polda Sumatera Barat terus melakukan penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami motif penembakan di rumah dinas Kapolres. “Pemeriksaan masih berlangsung untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas,” ujar Kombes Andry.
Kepolisian memastikan kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional demi menegakkan hukum serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.(Ahmat)
Tim Investigasi
Sumber:(Polda Sumbar)







____________________________________________
