ACEH SINGKIL—Tipikorinvestigasinews id– – Aceh kembali mendapatkan harapan baru setelah dilantiknya Gubernur H. Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhullah. Dalam langkah awal kepemimpinan mereka, keduanya bertekad untuk membawa perubahan besar, termasuk menghapus sistem barcode Pertamina di Aceh yang selama ini menuai pro dan kontra di masyarakat.
Keputusan ini disambut hangat oleh rakyat Aceh, khususnya para nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil yang merasa terbebani dengan aturan tersebut. Dengan dihapuskannya sistem barcode, diharapkan distribusi bahan bakar menjadi lebih mudah dan tidak ada lagi kendala birokrasi yang memperlambat akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
Dalam pidato perdananya, H. Muzakir Manaf menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk komitmen pemerintahannya untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Aceh.
“Kami ingin kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat. Tidak boleh ada aturan yang justru menyulitkan mereka dalam mendapatkan haknya. InsyaAllah, langkah ini akan membawa manfaat besar bagi Aceh ke depan,” ujar Muzakir Manaf.
Sementara itu, Fadhullah menambahkan bahwa penghapusan barcode bukan hanya sekadar janji politik, melainkan upaya nyata untuk mengembalikan kemandirian ekonomi Aceh.
“Aceh harus bangkit dan maju dengan caranya sendiri. Kami akan memastikan setiap kebijakan yang diambil berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha, tokoh masyarakat, dan warga biasa yang selama ini merasa kesulitan dengan sistem barcode. Mereka berharap bahwa pemerintahan baru ini akan terus mendengar suara rakyat dan menjalankan kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi semua.
Dengan semangat perubahan yang baru, Aceh kini bersiap menyongsong masa depan yang lebih cerah di bawah kepemimpinan H. Muzakir Manaf dan Fadhullah. Rakyat pun optimis bahwa Aceh akan semakin maju dan mandiri dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada mereka. (syah)






____________________________________________
