Luwu,Tipikorinvestigasinews.id–
Pemerintah Kabupaten Luwu bergerak cepat merespons genangan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Ibukota Belopa dengan menyiapkan langkah penanganan menyeluruh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Upaya tersebut mencakup pengerukan saluran drainase yang tersumbat hingga penyusunan masterplan sistem drainase perkotaan sebagai solusi permanen.
Bupati Luwu, Patahudding, turun langsung meninjau sejumlah titik genangan di Jalan Pahlawan, Kelurahan Senga, dan Desa Senga Selatan pada Senin sore (18/5/2026), usai memimpin rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah persoalan utama yang memicu banjir, mulai dari sedimentasi saluran, penyempitan drainase, hingga penyumbatan aliran air yang menyebabkan sistem pembuangan tidak berfungsi optimal saat hujan deras.
Bupati menegaskan bahwa penanganan darurat akan segera dilakukan melalui pengerahan alat berat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
“Dalam satu atau dua hari ini, Dinas PUTR akan menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan saluran, termasuk perbaikan drainase di Desa Senga Selatan,” ujar Patahudding.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menggelar rapat koordinasi bersama Dinas PUTR, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Belopa, serta pemerintah kelurahan guna mempercepat langkah penanganan banjir.
Menurut Bupati, kondisi geografis Belopa yang relatif datar seharusnya tidak menyebabkan genangan luas apabila sistem drainase tertata baik. Ia menilai persoalan utama terletak pada belum optimalnya tata kelola drainase perkotaan.
“Penataan sistem drainase Belopa belum maksimal, bahkan belum memiliki masterplan yang terintegrasi. Karena itu, kita minta segera disusun agar penanganan ke depan lebih terarah,” tegasnya.

Kepala Dinas PUTR Luwu, Ikhsan Asaad, menyampaikan bahwa penyusunan masterplan drainase perkotaan Belopa telah masuk dalam alokasi anggaran tahun 2026 dan segera memasuki tahap pelaksanaan.
Masterplan tersebut diharapkan mampu menekan tinggi genangan, mempercepat surutnya air, serta mengurangi luas wilayah terdampak banjir. Selain itu, pertumbuhan permukiman yang semakin padat juga menjadi faktor penyebab banyak drainase tertutup atau mengalami penyempitan.
Melalui langkah cepat ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap penanganan banjir di Belopa tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari penataan infrastruktur perkotaan yang lebih terintegrasi demi mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Pewarta: Rusding Investigasi Nasional
Sumber: Diskominfo Kabupaten Luwu.







____________________________________________
