TENGGARONG, tipikorinvestigasinews.id — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang dirangkaikan dengan peresmian Tangga Arung Square, Ruang Terbuka Hijau, serta Mushola Al-Muhajirin, Senin (5/1/2026). Kegiatan tersebut digelar di Halaman Tangga Arung Square, Tenggarong.
Apel dan peresmian tersebut dihadiri Ketua DPRD Kukar Akhmad Yani beserta anggota DPRD, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, staf ahli dan asisten Setdakab, para kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, jajaran BUMN dan BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa Tangga Arung Square merupakan bagian dari realisasi visi dan janji politik Kukar Idaman 2021–2025, khususnya dalam revitalisasi pasar tradisional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Di hadapan kita berdiri sebuah kawasan yang menjadi simbol penataan baru Kota Tenggarong. Pasar Tangga Arung sejak dahulu merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kini, kawasan ini kita hadirkan kembali dengan wajah yang lebih tertata, bersih, dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Aulia, peresmian Tangga Arung Square menjadi momentum penting dalam sejarah penataan kota, terutama bagi kawasan perekonomian berbasis kerakyatan. Ia menegaskan bahwa keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong kebangkitan ekonomi pedagang sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kukar juga menekankan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pasar yang bersih dan transparan. Ia secara tegas mengingatkan agar tidak ada praktik pungutan liar di lingkungan pasar.
“Tidak boleh ada pungutan di luar retribusi resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Jika ditemukan pungli, baik dilakukan oleh ASN, PPPK, maupun pihak lain, silakan laporkan dan akan ditindak tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pedagang dan pengelola pasar untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan ketertiban kawasan Tangga Arung Square agar tetap menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kukar.
“Kita ingin pasar ini tertib dan nyaman. Jadikan Tangga Arung Square sebagai sentra ekonomi dan tempat utama masyarakat berbelanja. Kualitas produk harus mampu bersaing, sehingga kebutuhan warga dapat dipenuhi dari daerah sendiri,” imbuhnya.
Tangga Arung Square yang diresmikan memiliki total 703 lapak yang terbagi dalam dua lantai. Lantai pertama diperuntukkan bagi zona konveksi, seperti pakaian dan tekstil, sementara lantai kedua difungsikan sebagai zona kuliner, sehingga pengunjung dapat menikmati aneka makanan dengan lebih nyaman.
Konsep zonasi pasar telah diatur secara terencana untuk menjaga ketertiban. Tangga Arung Square difokuskan bagi pedagang kering, sedangkan pedagang basah tetap dipusatkan di Pasar Mangkurawang guna menjaga kebersihan dan kenyamanan di masing-masing lokasi.
Dengan peresmian ini, Pemkab Kukar berharap Tangga Arung Square dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat yang modern, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat wajah baru Kota Tenggarong sebagai pusat perdagangan dan pelayanan publik. ADV/RED








____________________________________________
M E D I A - N A S I O N A L