TAPANULIUTARA-Tipikorinvestigasinews.id Sebuah inisiatif strategis untuk menghadirkan layanan pangan bergizi yang higienis, terstandar, dan berkelanjutan bagi masyarakat segera beroperasi di Lumban Siagian Jae, Kecamatan Siatas Barita. Melalui kolaborasi antara Yayasan Pelita Kita Bersama, SPPI Kabupaten Tapanuli Utara, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) ini telah mematangkan segala persiapannya, termasuk seleksi ketat para relawan yang akan menjadi ujung tombak operasionalnya.
Jhonson Edy Simanjorang, Ketua sekaligus pendiri Yayasan Pelita Kita Bersama, menegaskan bahwa SPPG ini bukan sekadar penyediaan makanan. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membangun sistem pelayanan yang tertib, sehat, aman, serta memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. “SPPG ini dirancang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menciptakan sistem pelayanan profesional yang memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.
Antusiasme Tinggi, Seleksi Ketat
Antusiasme masyarakat untuk berkontribusi pada program ini sangat tinggi. Tercatat hampir 100 orang mendaftar sebagai calon relawan. Setelah melalui seleksi administrasi awal, 70 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan pemeriksaan kesehatan dan wawancara.
Proses seleksi dilakukan secara transparan dengan melibatkan unsur yayasan, pengelola SPPG, dan Dinas Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat mutlak untuk memastikan setiap relawan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi, sebuah aspek krusial dalam pengolahan dan distribusi makanan.
Dari tahapan lanjutan tersebut, hanya 47 hingga 49 individu yang akan ditetapkan sebagai relawan. Penentuan akhir ini mempertimbangkan kompetensi, hasil wawancara, serta kelayakan kesehatan guna menjamin kualitas layanan yang prima.
Pemberdayaan Lokal dan Peningkatan Kualitas SDM
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan lokal, kebijakan rekrutmen SPPG mengalokasikan 30 persen relawan dari kecamatan setempat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan mereka terhadap program ini.
Para relawan terpilih akan menjalani pembekalan intensif dari Dinas Kesehatan, mencakup aspek higienitas, sanitasi dapur, standar keamanan pangan, serta tata kelola distribusi makanan sesuai prosedur. Tidak berhenti di situ, pelatihan teknis lanjutan juga akan diberikan melalui kerja sama dengan asosiasi chef dan lembaga sertifikasi profesi. Yayasan menargetkan minimal 50 persen relawan dapat memperoleh sertifikasi penjamah pangan sebagai jaminan kualitas layanan yang berkelanjutan.
Melibatkan UMKM Lokal dan Menanti Pencairan Dana
Dampak positif SPPG juga akan merambah sektor UMKM lokal. Kebutuhan bahan pangan untuk operasional SPPG akan diprioritaskan dari produsen dan pelaku usaha setempat, tentu dengan tetap mengedepankan standar mutu dan keamanan pangan yang berlaku.
Saat ini, operasional penuh Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Lumban Siagian Jae masih menantikan proses pencairan dana. Namun, seluruh tahapan persiapan teknis dan administrasi telah berjalan sesuai arahan pemerintah, menunjukkan kesiapan yang matang.
Kehadiran SPPG di Siatas Barita diharapkan dapat menjadi model sentra penyediaan pangan bergizi yang terintegrasi di Tapanuli Utara. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diproyeksikan membuka peluang kerja baru, memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.







____________________________________________
