Dr.Iswadi Nilai Sekolah Rakyat Perlu Badan Khusus Nasional agar Tepat Sasaran

Jakarta : tipikorinvestigasinews.id – Akademisi dan pengamat pendidikan nasional, Dr. Iswadi, menilai program Sekolah Rakyat perlu ditempatkan sebagai agenda strategis nasional yang berada langsung di bawah kendali Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, program yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan tersebut tidak akan berjalan optimal apabila hanya menjadi bagian dari program kementerian tertentu.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program bantuan sosial pendidikan, melainkan proyek besar bangsa yang menyangkut masa depan generasi muda dari keluarga miskin dan rentan. Karena itu, dibutuhkan sistem pengelolaan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan agar tujuan utama program benar-benar tercapai.

Sekolah Rakyat harus dipandang sebagai investasi jangka panjang negara dalam membangun sumber daya manusia unggul. Jika hanya diposisikan sebagai program biasa di bawah kementerian, maka orientasinya akan cenderung administratif dan jangka pendek, ujar Dr. Iswadi dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, berbagai program pengentasan kemiskinan selama ini sering menghadapi hambatan klasik berupa lemahnya koordinasi antarinstansi, birokrasi yang panjang, hingga tumpang tindih kewenangan. Akibatnya, banyak program yang secara konsep baik namun tidak berjalan maksimal ketika diterapkan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyediaan akses pendidikan gratis. Program tersebut berkaitan erat dengan pembangunan karakter, peningkatan kualitas kesehatan anak, penguatan ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin secara berkelanjutan.

Karena itu, Dr. Iswadi menilai perlu dibentuk badan khusus nasional yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden agar koordinasi lintas sektor dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan keterlibatan banyak kementerian dan lembaga sekaligus, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pangan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program sebesar ini tidak bisa dibebankan hanya kepada satu kementerian. Harus ada orkestrasi nasional yang dipimpin langsung oleh negara agar semua pihak bergerak dalam satu arah, katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas pendidikan dalam implementasi Sekolah Rakyat. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membangun gedung sekolah atau menyediakan fasilitas gratis, tetapi memastikan bahwa peserta didik benar-benar memperoleh pendidikan yang mampu mengubah kehidupan mereka di masa depan.

Dr. Iswadi menilai anak-anak dari keluarga miskin membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh. Selain pembelajaran akademik, mereka juga perlu mendapatkan penguatan karakter, pendidikan vokasi, literasi digital, pembinaan mental, serta dukungan psikologis agar memiliki rasa percaya diri dan harapan hidup yang lebih baik.

Anak-anak miskin tidak cukup hanya diberi kesempatan masuk sekolah. Mereka harus mendapatkan pendidikan berkualitas, asupan gizi yang baik, lingkungan belajar yang sehat, dan pendampingan yang mampu membentuk mental tangguh, ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tanpa desain kelembagaan yang matang, Sekolah Rakyat berpotensi mengalami persoalan yang sama seperti sejumlah program pemerintah lainnya, seperti lemahnya pengawasan, ketidaktepatan sasaran, hingga rendahnya kualitas pelaksanaan.

Untuk itu, Dr. Iswadi mengusulkan agar pengelolaan Sekolah Rakyat didukung sistem pengawasan nasional berbasis teknologi dan data terpadu. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan siswa, kualitas tenaga pendidik, penggunaan anggaran, hingga capaian program secara lebih transparan dan real time.

Menurutnya, penguatan sistem data menjadi faktor penting agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat miskin. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pengawasan terbuka agar pelaksanaan program tetap berada pada jalur yang tepat.

Negara harus memiliki sistem evaluasi yang jelas dan transparan. Jangan sampai Sekolah Rakyat hanya menjadi program populis yang ramai di awal tetapi kehilangan arah ketika dijalankan, tegasnya.

Selain itu, Dr. Iswadi juga mendorong keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, organisasi sosial, tokoh pendidikan, dan pemerintah daerah dalam penyusunan maupun implementasi program. Menurutnya, partisipasi berbagai pihak sangat penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat bawah.

Ia menilai pendekatan yang terlalu birokratis tanpa mendengar aspirasi masyarakat berpotensi membuat program tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya dihadapi keluarga miskin.

Pendidikan rakyat tidak boleh disusun secara elitis dari balik meja birokrasi. Harus ada dialog dengan masyarakat agar kebijakan yang dibuat benar-benar relevan dan tepat sasaran, katanya.

Dalam pandangannya, Sekolah Rakyat juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk membangun sistem pendidikan yang lebih berkeadilan. Selama ini, banyak anak dari keluarga miskin menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas sehingga sulit bersaing dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Karena itu, negara harus menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat kecil melalui kebijakan pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

Tidak ada bangsa besar yang lahir tanpa keberpihakan terhadap pendidikan rakyat kecil. Jika negara serius ingin menghapus kemiskinan, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama,” ujar Dr. Iswadi.

Di akhir keterangannya, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis melalui regulasi khusus untuk membentuk badan nasional pengelola Sekolah Rakyat. Ia optimistis program tersebut dapat menjadi tonggak penting kebangkitan pendidikan nasional apabila dikelola secara profesional, konsisten, dan berorientasi jangka panjang.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan gerakan besar kebangsaan untuk menghadirkan keadilan sosial dan menciptakan masa depan Indonesia yang lebih maju.

Abdi S

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *