Tangerang Selatan,17 November 2025 – tipikorinvestigasinews.id – Kekhawatiran masyarakat terkait dugaan peredaran obat terlarang kembali mencuat di wilayah Kota Tangerang Selatan. Sejumlah warga di sekitar Jalan AMD, Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di sebuah toko yang sehari-hari beroperasi sebagai toko kosmetik dan kebutuhan rumah tangga.
Meski tampak seperti toko biasa, warga menyebut tempat tersebut kerap didatangi para remaja pada jam-jam tertentu, terutama pada sore hingga malam hari. Aktivitas para pengunjung dinilai tidak lazim karena mereka langsung menuju area dalam toko tanpa memperhatikan etalase atau barang dagangan yang dipajang.
Seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengungkapkan keresahannya.
“Peredaran obat terlarang ini diduga berjalan secara terbuka di wilayah Pondok Aren. Kami melihat anak-anak muda keluar masuk dengan pola yang sama setiap hari. Ini membuat kami bertanya-tanya, dan penegakan hukum seharusnya tidak tinggal diam,” ujar warga tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menambahkan, situasi ini sudah berlangsung cukup lama dan membuat masyarakat sekitar semakin khawatir, terutama para orang tua yang cemas dengan pengaruh obat-obatan terlarang terhadap remaja di lingkungan mereka.
“Kami hanya warga biasa, tapi kalau memang jualannya legal, kenapa kesannya seperti sembunyi-sembunyi? Aktivitasnya tidak wajar untuk toko kosmetik pada umumnya,” tambahnya.
Warga berharap aparat penegak hukum (APH), baik kepolisian maupun instansi terkait lainnya, segera melakukan penyelidikan lebih dalam. Menurut mereka, tindakan cepat sangat dibutuhkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan obat Tipe G yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan generasi muda.
Selain itu, beberapa tokoh masyarakat setempat mendesak agar pihak berwenang meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah yang dianggap rawan. Mereka juga meminta adanya edukasi bagi para remaja mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan, khususnya obat Tipe G yang kerap disalahgunakan karena efek halusinasinya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait laporan warga. Namun masyarakat berharap kasus ini tidak hanya menjadi perhatian sementara, melainkan ditindaklanjuti secara serius untuk menjaga keamanan lingkungan dan mencegah meluasnya peredaran obat terlarang di Tangerang Selatan.
(Team/Red)







____________________________________________
