Mamasa Tipikorinvestigasinews.id– Warga Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang dialami salah satu warganya, seorang ibu bernama Sarmila, yang baru saja melahirkan namun harus dievakuasi secara darurat dengan cara ditandu akibat kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
Peristiwa ini bermula ketika Ibu Sarmila usai menjalani proses persalinan di Puskesmas mehalaan. Setelah melahirkan, karena keterbatasan sarana transportasi, keluarga berinisiatif membawa pulang Ibu Sarmila menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan menuju Desa Botteng, rombongan harus melewati ruas jalan yang kondisinya rusak berat, berlubang, bergelombang, dan licin jika hujan.
Diduga akibat guncangan keras yang dialami di atas sepeda motor saat melalui jalan rusak tersebut, kondisi Ibu Sarmila yang masih lemah pasca melahirkan tiba-tiba drop hingga pingsan di perjalanan. Keluarga dan warga yang ikut mendampingi sontak panik dan segera berupaya memberikan pertolongan sekuat tenaga.
Karena jalur yang dilalui berupa jalan rusak dan terjal, kendaraan bermotor sulit melintas dengan aman, terlebih membawa pasien dalam kondisi lemah. Dalam situasi darurat dan serba terbatas, warga akhirnya mengambil keputusan untuk mengevakuasi Ibu Sarmila dengan cara tradisional, yakni menggunakan tandu dari bambu dan kain seadaanya.
Dari keterangan warga, Ibu Sarmila harus ditandu kurang lebih lima kilometer, menjauhi ruas jalan yang paling rusak dan berbahaya, sebelum kemudian bisa kembali dijangkau dan diarahkan menuju fasilitas kesehatan/rumah sakit yang lebih memadai. Proses penanduan ini dilakukan secara gotong royong oleh warga, melewati jalan sempit, menanjak, dan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien maupun para penandu.
Peristiwa ini bukan hanya menyisakan rasa cemas bagi keluarga Ibu Sarmila, tetapi juga menimbulkan keprihatinan mendalam bagi masyarakat Desa Botteng secara keseluruhan. Mereka menilai, kejadian ini mencerminkan betapa buruknya kondisi infrastruktur jalan menuju dan dari wilayah mereka, hingga pasien yang baru melahirkan pun tidak dapat dijemput atau diantar dengan kendaraan secara layak dan aman.
Warga Desa Botteng menegaskan bahwa selama ini mereka sudah sangat sering merasakan dampak dari jalan rusak, baik dalam urusan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Namun, kasus yang dialami Ibu Sarmila ini menjadi contoh nyata bagaimana keterlambatan penanganan infrastruktur dapat langsung mengancam nyawa manusia, khususnya ibu melahirkan dan pasien gawat darurat lainnya.
Melalui rilis pers ini, warga Desa Botteng:
1. Meminta perhatian serius pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan, Kabupaten Mamasa hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh pada ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju fasilitas kesehatan, pasar, sekolah, dan pusat pelayanan publik lainnya.
2. Mengimbau agar dinas terkait, baik dinas pekerjaan umum maupun dinas kesehatan, bersama pemerintah daerah dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata yang dihadapi masyarakat, sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan yang cepat dan tepat.
3. Mengharapkan adanya peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga desa, sehingga ibu hamil, ibu melahirkan, serta pasien dengan kondisi gawat darurat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh dan melewati jalan rusak dengan risiko tinggi.
4. Menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada semua pihak, khususnya warga sekitar, yang telah bergotong royong membantu proses evakuasi Ibu Sarmila, sehingga yang bersangkutan dapat tertolong dan memperoleh penanganan lanjutan.
Masyarakat Desa Botteng menegaskan bahwa kejadian yang menimpa Ibu Sarmila ini hendaknya menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa perbaikan jalan bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan menyangkut keselamatan dan hak dasar warga negara untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak dan manusiawi.
“Jangan sampai ada lagi ibu-ibu seperti Ibu Sarmila yang harus ditandu lima kilo meter hanya karena jalan rusak. Kami mohon pemerintah melihat langsung kondisi kami,” demikian harapan warga yang disampaikan melalui rilis ini.
Demikian rilis pers ini disampaikan sebagai bentuk suara dan jeritan hati masyarakat Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, dengan harapan besar agar pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian nyata dan langkah konkrit di lapangan.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar ansar.







____________________________________________