Merangin ,tipikorinvestigasinews.id -kembali diwarnai gelombang kritik dari kalangan mahasiswa. Febri Kurniawan, aktivis Merangin sekaligus Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam HMI Cabang Bangko ketika itu, secara tegas menyebut Wakil Bupati Merangin tidak konsisten, bahkan terkesan membohongi publik.
Pernyataan keras itu berangkat dari aksi unjuk rasa yang digelar 5 bulan yang lalu HMI Cabang Bangko pada Selasa, 10 Juni 2025. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Febri Kurniawan dan diikuti oleh kader-kader HMI sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Dalam aksi tersebut, massa HMI akhirnya diterima oleh Wakil Bupati Merangin, Drs. H. Abdul Khafid Moein, yang didampingi Sekretaris Daerah Merangin, Fajarman. Pertemuan itu tidak hanya bersifat dialogis, tetapi juga menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan secara tertulis dan ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Merangin.

Terdapat empat poin tuntutan yang disepakati. Namun, salah satu poin yang kini menjadi sorotan utama adalah terkait penataan Pedagang Kaki Lima PKL, Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah daerah berjanji untuk:
1. Melakukan penataan PKL secara manusiawi
2. Penataan PKL yang lebih menarik di seputar jam gento mengaktifkan kembali aikon merangin.
3.Menggali potensi Pendapatan Asli Daerah PAD yang bersumber dari hasil penataan PKL
Namun, menurut Febri Kurniawan, hingga saat ini komitmen tersebut tidak menunjukkan realisasi yang jelas di lapangan. Penataan PKL dinilai justru menimbulkan keresahan, tanpa kejelasan perlindungan maupun jaminan keberlangsungan ekonomi bagi para pedagang kecil.
“Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati di hadapan mahasiswa dan pejabat daerah. Jika hari ini tidak dijalankan, maka itu bentuk pengingkaran janji kepada rakyat,” tegas Febri.
HMI Cabang Bangko menegaskan akan terus mengawal dan menagih komitmen pemerintah daerah agar kesepakatan yang telah ditandatangani tidak sekadar menjadi dokumen formal tanpa makna, melainkan benar-benar diwujudkan demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat Merangin.
Reporter Sandra wandi







____________________________________________
