Sumbawa, tipikorinvestigasinews.id Puluhan warga Desa Jamu, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) tampak mandi di sungai sore itu. Tradisi mandi di Sungai biasa di lakukan warga suku Samawa (Sumbawa) pada sore hari menjelang malam Nisfu Syaban.
Pada tahun ini, malam Nisfu Syaban jatuh pada Kamis (13/2/2025).
Mandi menjelang Nisfu Syaban adalah tradisi masyarakat Sumbawa yang terus dilestarikan turun temurun, Masyarakat Sumbawa memiliki tradisi mandi( atau mani dalam bahasa lokal) Nisfu Syaban.
Mandi Nisfu Syaban memiliki arti yang mendalami bagi masyarakat Sumbawa. Tujuannya membersihkan diri agar suci dalam mempersiapkan diri memasuki malam Nisfu Syaban dan melaksanakan Shalat berjamaah.
Tradisi mandi sebelum sholat Nisfu Syaban di masjid dilakukan untuk mensucikan diri, waktu saya masih kecil, ramai-ramai kita mandi di sungai karna guru ngaji minta kita bersuci sebelum kita berangkat ke masjid lalu shalat berjamaah pada malam Nisfu Syaban.
Sekarang tradisi mandi di sungai sudah sedikit masyarakat yang melakukan, mandi suci untuk Nisfu Syaban sudah di lakukan di kamar mandi atau rumah warga masing-masing.
Apalagi ini musim hujan, kita takut juga kalau anak-anak mandi di sungai dan tiba-tiba datang banjir, jika mandi pun di sungai kita orang tua harus awasi anak-anak jadi sama-sama mandi dengan kita.
Di desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, juga masih melestarikan tradisi mandi sore menjelang malam Nisfu Syaban. Masyarakat Desa sudah mandi dirumah masing-masing.
Tradisi mandi sore saat menjelang malam Nisfu Syaban wajib kita lakukan. Karna dari dulu nenek moyang kita mengajarkan sebelum sholat Nisfu Syaban ke masjid harus mandi atau bersuci dulu.(Tim RED Tipikor Investigasi News.Id NTB)






____________________________________________
