NTT, tipikorinvestigasinews,id.
Ketua DPC GRIB Jaya SBD, KRISTINA BILI biasa dikenal oleh Masyarakat SBD dengan sapaan Esty Bili terus bersosilisasi dari Desa ke Desa yang ada di kabupaten SBD. Masyarakat diberi pencerahan bila ke Luar Negeri untuk bekerja, bisa berjalan dengan aman sesuai prosedural yang berlaku di NKRI.
Kristina Bili alias Esty Bili tak bosan bosannya memberi pemahaman kepada masyarakat Desa untuk ber migran secara aman.
Sosialisasi – sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat SBD dalam hal migrasi aman untuk mengadu nasib ke negeri jiran, Kristina Bili diberi rekomendasi oleh PT, All Qurrny Bagas Pratama untuk menangani, mengawasi atau mengontrol setiap masyarakat SBD yang ingin keluar Negeri Jiran dipastikan secara aman dan prosedural.
Kepada Tipikorinvestigasi news,id. Kristina Bili mengatakan pihaknya membuka kesempatan kerja kepada seluruh masyarakat SBD yang Punya Animo untuk bekerja di Negeri Jiran secara aman dan prosedural sebab, moment ini yang sedang dijalankan oleh pihak All Qurrny Bagas Pratama merupakan lembaga resmi yang memberangkat orang sesuai aturan hukum yang berlaku di RI.
“Semua calon Pekerja Migran ditampung untuk, diberi pelatihan kerja tanpa di pungut biaya demikian juga ketika mereka telah bekerja tidak ada pemotongan gaji” tutur Ketua DPC Grib Jaya SBD.
Lanjut nya, Pelatihan yang diberikan oleh PT, All Qurrny Bagas Pratama di BLK Kota Kupang, selama tiga (3) bulan untuk tiga pekerjaan yaitu, merawat Lansia, Baby Sistter dan House Keeper.
” DPC GRIB Jaya akan membantu mengontrol semua CPMI yg diberangkatkan melaluinPT AL Qurnny. mengurus semua surat, berupa dukumen, administrasi calon Pekerja Migran agar mereka diberangkat tidak mendapat rintangan di Negeri Jiran akan di urus oleh STAFF All Qurnny yg ada di SBD .Yang Merekrut Pekerja Migran adalah PT, All Qurrny Bagas Pratama,
GRIB Jaya Tugasnya sebagai FUNGSI KONTROL,mengontrol mulai dari perekrutan pekerja Migran dari Desa, ke Dinas Nakertrans, ke PT, ke AGEN hingga ke Majikan, tegasnya.
Ketika ditanya kenapa ada sejumlah besar warga SBD yang masih suka jalur instan atau cepat?. Ketua Grib jaya SBD ini merinci bahwa banyak yang tidak sabar karena, pelatihan di BLK rentang waktu cukup lama.
Lagi kata nya, di luar Negeri banyak orang NTT yang mendapat perlakuan kejam oleh majikan, ini diduga karena tidak mendapat pelatihan kerja atau SDM yang rendah.
Tidak dipungkiri bahwa masih banyak warga SBD yang berangkat ke luar negeri dengan jalur ilegal disebabkan oleh kebutuhan,atau hutang yang melilit sehingga mereka berangkat dengan non prosedural, ujar kristina Bilim
Jadi yang terbaik saat inj untuk aman di luar Negeri dalam mengejar mimpi hidup yang sejahtera adalah Jalur Pemerintah. Pemerintah sudah siapkan jalur aman yaitu sesuai prosedural yang berlaku di NKRI, tandas nya..
Direktur All Qurrny Bagas Pratama NTT, yang biasa disapa John Kila,(28/04/25), mengatakan kepada Media ini, PT, All Qurrny Bagas Pratama akan membantu masyarakat yang hendak bekerja di luar Negeri tepatnya negeri Malaysia, dengan berbagai kelengkapan administrasi diantaranya; KTP,KK,AKTE KELAHIRAN,IJASAH, Surat keterangan sehat, fotocopy surat perkawinan bagi yang sudah menikah, surat ijin dari suami bila istri yang berangkat begitu pula sebaliknya,juga surat ijin dari orang Tua jika tinggal bersama orang tua.
Dengan umur minimal 21 tahun hingga 40 tahun. Dimana kontrak kerja selama (dua) 2 tahun. Setelah selesai pelatihan di BLK calon pekerja Migran akan diwawancarai oleh calon majikan selama tiga kali, hingga diberangkatkan, tutup John Kila kepada Media.
# Tok#







____________________________________________