ACEH SINGKIL | tipikorinvestigasinews.id ~ Menjelang datangnya bulan suci, para alumni pesantren yang tergabung dalam wadah Mubahasah Alumni Pesantren Aceh Singkil menggelar forum diskusi ilmiah (Mubahasah) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan metode penentuan awal Ramadhan guna memberikan edukasi dan kepastian ibadah bagi masyarakat.
Kegiatan bernuansa khazanah keilmuan Islam ini dipusatkan di Pesantren Darul Falah Az-Zamzamiyah, Lae Ijuk, di bawah pimpinan Abi Salman, S.Pd, yang akrab disapa dengan sebutan ASLI.
Diskusi ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan sebuah kajian mendalam yang merujuk langsung pada sumber hukum utama Islam, yakni Al-Hadits, serta kitab-kitab Mu’tabarah (kitab standar otoritatif) yang menjadi rujukan dalam mazhab fikih.
Para peserta membedah berbagai metode, mulai dari metode Rukyatul Hilal (pengamatan bulan) hingga pemahaman mendalam tentang Hisab (perhitungan astronomis), guna menyelaraskan pemahaman di tingkat alumni dan pesantren di Aceh Singkil.
Abi Salman, S.Pd (ASLI) selaku tuan rumah sekaligus pimpinan pesantren, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana konsolidasi intelektual antar alumni. “Mubahasah ini penting agar penentuan awal ibadah memiliki landasan argumen yang kuat dan akurat sesuai tuntunan syariat, sehingga umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh keyakinan,” ujarnya.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan para alumni mampu menjadi perpanjangan tangan dalam menjelaskan problematika penentuan awal bulan Hijriah kepada masyarakat luas secara jelas dan terperinci.{*}
Reporter Aceh Singkil : Khalikul Sakda







____________________________________________
