Tulungagung —tipikorinvestigasinews.id Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur perkotaan yang terarah, berkelanjutan, dan berbasis kajian ilmiah. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, dalam acara pemaparan laporan Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan yang digelar di ruang rapat Bappeda, Senin (27/4/2025).
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam merumuskan arah pengembangan kawasan perkotaan Tulungagung ke depan. Fokus utamanya adalah penataan koridor jalan utama yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur mobilitas, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi sekaligus representasi identitas kota.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh dilakukan secara serampangan, melainkan harus melalui perencanaan yang matang, partisipatif, serta berakar pada nilai-nilai lokal dan kajian akademis yang kuat.
Kolaborasi dengan Dunia Akademik
Pemaparan grand desain ini menghadirkan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dipercaya menyusun dokumen perencanaan strategis tersebut. Keterlibatan UGM menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam menciptakan kebijakan pembangunan berbasis data dan riset mendalam.
Dalam sambutannya, H. Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim UGM yang dinilai telah bekerja secara profesional dan komprehensif.
“Grand desain ini bukan sekadar dokumen, melainkan visi besar kita bersama untuk menata Tulungagung menjadi lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan akademis, kita memastikan setiap langkah pembangunan memiliki dasar yang kuat,” ujarnya.
Menguatkan Identitas Lewat Infrastruktur
Lebih lanjut, Plt Bupati menekankan pentingnya mengintegrasikan pembangunan fisik dengan nilai sejarah dan budaya lokal. Menurutnya, koridor jalan tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai ruang publik yang merepresentasikan jati diri masyarakat.
“Koridor jalan harus menjadi ruang hidup yang memiliki makna, menyimpan memori, dan membangkitkan kebanggaan warga. Di sinilah peran budaya menjadi sangat penting dalam setiap proses pembangunan,” tegasnya.
Menuju Kota yang Nyaman dan Berkelanjutan
Dengan adanya grand desain ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung optimistis mampu mewujudkan kota yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Plt Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal implementasi perencanaan tersebut agar tidak berhenti sebagai dokumen semata.
“Jangan sampai grand desain ini hanya tersimpan di rak. Kita harus memastikan realisasinya di lapangan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat,” imbuhnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala OPD, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta perwakilan kecamatan di kawasan perkotaan.
Langkah Awal Transformasi Kota
Penyusunan Grand Desain Koridor Jalan Perkotaan menjadi langkah strategis menuju transformasi Tulungagung sebagai kota cerdas (smart city) yang humanis. Perencanaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan jalan utama, pengembangan ruang publik, jalur pedestrian dan sepeda, hingga pelestarian bangunan bersejarah.
Dengan implementasi yang konsisten, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, lingkungan kota lebih tertata, serta nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga di tengah modernisasi.
Dari Perencanaan Menuju Aksi Nyata
Kehadiran Plt Bupati dalam forum ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius dalam membangun masa depan Tulungagung. Dokumen grand desain ini nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan tata ruang, perencanaan anggaran, hingga pelaksanaan proyek infrastruktur prioritas.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Setiap rupiah yang digunakan harus memberikan dampak nyata,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi, pendekatan ilmiah, dan pelestarian budaya, Tulungagung kini bersiap melangkah menuju wajah kota yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.(Shinta)







____________________________________________