Grobogan,tipikorinvestigasinews. id -Proyek rehabilitasi gorong – gorong yang berada di jalan Tentara Pelajar Kalongan Purwodadi kurang dalam pengawasan. Pasalnya pekerjaan yang dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2024 ini memang penuh resiko.
Disamping medan yang cukup berat karena kedalaman taludnya lebih dari 5 meter disamping itu posisi gorong – gorong harus menahan derasnya air sungai Glugu yang ketika puncaknya musim penghujan datang.
Di lokasi titik ini sering air sungai Glugu meluap bahkan sampai menyeberang ke jalan Tentara Pelajar Kalongan Purwodadi.
Dengan longsornya bibir sungai hingga bahu jembatan akibat derasnya air dan meluapnya air sungai Glugu tahun kemarin, oleh Pemkab Grobogan melalui Dinas PUPR Grobogan akhirnya tahun ini gorong – gorong yang ambrol diperbaiki. Melalui APBD Perubahan tahun 2024 pekerjaan perbaikan gorong – gorong dan pembangunan talud dipercayakan oleh CV. Purnama Jaya untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Dengan waktu 45 kalender kerja diharapkan pekerjaan pembangunan gorong – gorong dan talud selesai.
Akan tetapi melihat kenyataan dilapangan awak media Tipikor Investigasi Nesw sudah beberapa kali ditempat lokasi kerja nampak pekerjaan yang dilakukan mengkhawatirkan sekali mutu dan kwalitas pekerjaannya.
Berdasarkan pengamatan awak media batu belah yang dipakai diduga kurang umur ketika memilihbl dari tambang galian golongan C Nampak putih seperti batu kapur. Apakah sudah sesuai speck batu belah tersebut atau memang oleh Dinas PUPR diberi kebebasan dalam memilih batu belah artinya tidak ada ketentuan khusus.
Proses pemberian adukan di sela – sela batu belah ketika meninggikan talud nampak masih banyak rongga.
Apakah itu juga dibolehkan dan memang ketika pekerjaan plesteran jelas tidak akan nampak.
Dikhawatirkan misalkan terkena arus sungai yang kuat, apakah bisa menjamin talud tersebut kuat menahan derenya air sungai Glugu.
Jangan sampai publik dibohongi misalkan ambrol karena faktor alam.
Memang sejak pekerjaan awal sengaja awak media Investigasi Tipikor News mendokumentasikan dengan harapan ada catatan bila mana terjadi ketidak beresan pekerjaan tersebut.
Mengingat waktu yang pendek jangan sampai dalam membangun gorong – gorong dan talud asal jadi tidak memperhatikan kualitas bangunan dan spesifikasi bagunan yang sudah tertuang dan RAB.
Termasuk pekerjaan pembesian dalam membuat kolom hanya memakai 4 batang besi. Apakah itu juga sudah sesuai dengan kemampuan menahan bangunan talud dengan ketinggian lebih dari 5 meter.
Sampai berita ini diturunkan progres pembangunan sudah mencapai sekitar 40 persen sehingga masih ada kesempatan pengawas PUPR lebih jeli dalam memberikan pengawasan sebelum pekerjaan selesai.
Masyarakat berharap pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan tetap memperhatikan mutu serta kualitas bangunan.( Hadi Subroto)
Editor:Tim- Investigasi







____________________________________________
