MANADO, http://tipikorinvestigasinews.id – Suasana di kawasan IT Centre Manado tampak berbeda dari biasanya pada Selasa (2/6/2026). Jika pada hari-hari biasa kawasan ini dipadati aktivitas jual beli dan lalu lalang pengunjung, kali ini ratusan karyawan berkumpul dalam sebuah aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan kriminalisasi yang ditujukan kepada IT Centre.
Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut menyebabkan aktivitas operasional IT Centre dihentikan sementara. Seluruh pusat perdagangan di kawasan itu ditutup selama pelaksanaan aksi sebagai bentuk solidaritas para pekerja yang ingin menyampaikan suara mereka kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait.
Dengan membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan, para peserta aksi menyerukan agar proses hukum yang berjalan dapat dilakukan secara adil, transparan, dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan ribuan pekerja serta pelaku usaha yang selama ini menggantungkan kehidupan mereka di IT Centre.
Bagi banyak orang, IT Centre bukan sekadar bangunan pusat perdagangan. Tempat ini telah menjadi ruang penghidupan bagi ribuan keluarga. Dari para karyawan toko, teknisi, pedagang, hingga pekerja jasa lainnya, semuanya memiliki harapan yang bertumpu pada keberlangsungan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Di balik setiap kios yang buka setiap pagi, ada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan, ada orang tua yang membutuhkan biaya pengobatan, dan ada keluarga yang berharap masa depan mereka dapat menjadi lebih baik melalui kerja keras yang dilakukan setiap hari. Karena itu, kekhawatiran terhadap masa depan IT Centre turut dirasakan oleh banyak pihak yang selama ini mencari nafkah di lokasi tersebut.
Penutupan sementara IT Centre juga menarik perhatian masyarakat. Sejumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja terpaksa mengurungkan niat mereka setelah mendapati seluruh akses layanan tidak beroperasi selama aksi berlangsung.
Meski demikian, suasana aksi tetap berlangsung damai. Para peserta memilih menyampaikan aspirasi secara tertib dengan harapan suara mereka dapat didengar dan menjadi bahan pertimbangan dalam mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Para pekerja berharap pemerintah, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya dapat menghadirkan jalan keluar yang bijaksana dan berkeadilan. Mereka menginginkan kepastian agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan normal tanpa mengorbankan nasib ribuan orang yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Beragam tanggapan bermunculan, namun satu harapan yang mengemuka dari para pekerja adalah agar IT Centre tetap menjadi tempat bertumbuhnya usaha, lapangan pekerjaan, dan mimpi-mimpi anak bangsa yang selama ini dibangun melalui kerja keras dan ketekunan.
Di tengah ketidakpastian yang sedang dihadapi, para karyawan tetap menyimpan optimisme bahwa solusi terbaik dapat ditemukan. Sebab bagi mereka, mempertahankan keberlangsungan IT Centre bukan hanya tentang menjaga aktivitas ekonomi, tetapi juga menjaga harapan ribuan keluarga yang setiap hari berjuang demi masa depan yang lebih baik.
(Andri)







____________________________________________
