Kuningan-tipikorinvestigasinews.id- Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani pada Senin (16/2/2026) di Pendopo Kabupaten. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penegasan komitmen pembangunan daerah melalui visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh).
Apa yang Terjadi
Acara refleksi menampilkan rangkaian kegiatan bernuansa kearifan lokal, termasuk pertunjukan Teater Sado yang menggambarkan capaian satu tahun pemerintahan, peluncuran lagu “Kuningan Melesat” dengan koreografi, serta penayangan video dokumenter perjalanan program pembangunan.
Siapa yang Terlibat
Kegiatan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta perwakilan organisasi masyarakat sebagai bagian dari evaluasi terbuka terhadap kinerja pemerintahan tahun pertama.
Kapan dan Di Mana
Refleksi dilaksanakan pada 16 Februari 2026 di Pendopo Kabupaten, menjelang genap satu tahun masa kepemimpinan yang dimulai sejak 20 Februari 2025 dengan slogan pemerintahan “Satu Langkah 1000 Harapan.”
Mengapa Evaluasi Dilakukan
Evaluasi dilakukan karena tahun pertama pemerintahan dihadapkan pada tekanan fiskal cukup berat, antara lain:
pengurangan Dana Transfer ke Daerah sebesar Rp111 miliar
gagal salur Dana Bagi Hasil Rp78 miliar
target PAD belum optimal
Kondisi tersebut menuntut strategi efisiensi dan penyesuaian prioritas anggaran.
Bagaimana Strategi Pemerintah
Pemerintah daerah menerapkan rasionalisasi belanja perangkat daerah dengan fokus pada sektor prioritas seperti:
infrastruktur dasar
penguatan ekonomi masyarakat
pelayanan publik
Langkah ini termasuk penyelesaian tunda bayar Rp96,7 miliar pada September 2025 sehingga tahun anggaran ditutup tanpa tunggakan.
Dampak dan Capaian
Dalam satu tahun, sejumlah indikator makro menunjukkan peningkatan:
angka kemiskinan turun menjadi 10,74%
sekitar 12.160 warga keluar dari garis kemiskinan
tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,59%
pertumbuhan ekonomi mencapai 9,11% pada triwulan III
Bahkan pada triwulan II, daerah ini sempat mencatat pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.
Infrastruktur dan Reformasi Layanan
Sebesar Rp53 miliar dialokasikan untuk perbaikan 153 ruas jalan. Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan akses peningkatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Di sisi lain, transformasi birokrasi dilakukan melalui digitalisasi layanan publik guna meningkatkan kecepatan, transparansi, dan kemudahan akses masyarakat.
Survei lembaga independen Jamparing Research mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah daerah mencapai 88,84 persen.
Pernyataan Kepala Daerah
Bupati menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dicapai secara instan, melainkan melalui fondasi kuat dan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan yang sehat dimulai dari kondisi fiskal yang kuat,” ujarnya.
Penutup
Meski berbagai capaian telah diraih, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna memastikan arah pembangunan tetap berada pada jalur yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Dewa
Desk: Investigasi Nasional






____________________________________________
