Tangerang,tipikorinvestigasinews.id – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-IX tingkat Kecamatan Sepatan Timur yang digelar pada Senin, 23 Desember 2024, di Kantor Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menuai kontroversi. Acara yang diharapkan menjadi ajang mencari bibit unggul Qori dan Qoriah terbaik justru diduga ternoda oleh ketidakadilan yang dilakukan oleh panitia dan dewan hakim.

Kepala Desa Kedaung Barat, Sarnin Ayub, menyuarakan kekecewaannya terhadap penyelenggaraan STQ tersebut. Menurutnya, Ketua LPTQ Kecamatan Sepatan Timur, Ust. Badri, diduga telah menyalahgunakan wewenangnya untuk memenangkan desanya sebagai juara umum.
“Pertanyaan saya, adilkah seorang Ketua LPTQ Kecamatan dan Dewan Hakim memiliki dua peran aktif dalam melaksanakan tugasnya? Ini berpotensi merusak marwah kegiatan STQ yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Ayub kepada awak media Tipikor investigasi news.id selasa 24/12.

Ayub menegaskan, tujuan utama STQ adalah menanamkan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membaca, menghafal, menulis, memahami, hingga menafsirkan. Namun, ia menyayangkan praktik-praktik yang dinilai tidak sportif dan mencederai tujuan mulia tersebut.
Ia juga menyoroti peran Ust. Abdul Azis sebagai salah satu dewan hakim yang diduga memberikan penilaian fantastis demi memenangkan peserta dari desa tertentu.
“Saya melihat fakta di lapangan bahwa Dewan Hakim memiliki misi khusus untuk memenangkan peserta dari desa tertentu. Ini jelas merusak kepercayaan publik dan integritas STQ,” tegas Ayub.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Ayub mendesak Ketua LPTQ Kabupaten Tangerang dan Camat Sepatan Timur segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap kepengurusan LPTQ Kecamatan.
“Kami berharap ada transparansi dan evaluasi mendalam agar STQ ke depan benar-benar menghasilkan peserta berkualitas yang bisa membawa nama Kecamatan Sepatan Timur ke tingkat lebih tinggi dengan integritas,” pungkasnya.
Acara STQ yang semula diharapkan menjadi ajang pembinaan untuk generasi Qur’an kini, justru menuai sorotan tajam.publik menantikan langkah tegas dari pihak pihak terkait guna memulihkan citra STQ sebagai wadah. Yang bersih dan menjungjung tinggi normal norma keadilan serta kejujuran dan kopraktip sebagai panitia yang mesti melihat dan mendengar dengan baik.
(Bahrudin/Bahar mawuk)






____________________________________________

Ketuanya memang harus diganti, kaga bagus dan kaga ada wibawanya.. gantii