Mataram TipikorInvestigasiNews.id Aroma ayam bakar menyeruak menggoda pengendara yang melintas di Jalan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di warung sederhana di pinggir jalan itu, tampak wanita yang tengah sibuk melumat cabai secara perlahan. Di sampingnya, sejumlah potongan daging ayam kampung terpanggang di atas bara arang yang sesekali apinya menyala.
Perempuan itu adalah Maesarah (48), pemilik warung ayam taliwang di Jalan Cakranegara. Meskipun sibuk melayani pesanan para pembeli, perempuan bercadar itu tak lupa menyambut pelanggan yang baru datang. “Ayam taliwang itu emang harus pakai ayam kampung. Biasanya saya pakai ayam kampung yang muda, ujarnya.Ayam taliwang adalah makanan khas asal Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Perpaduan daging ayam kampung muda dan bumbu khas dari kota Taliwang menghasilkan kelezatan yang tiada tara. Aroma dan rasa yang khas dari ayam taliwang mengundang selera pecinta kuliner di tengah maraknya menu ayam broiler
Terdapat dua jenis bumbu untuk ayam taliwang, yaitu bumbu manis dan pedas. Bedanya, bumbu manis ditambah dengan santan kelapa sedangkan bumbu pedas tidak ada campuran santan. Aroma hidangan yang membuat para pelanggan beberapa kali melirik ayam yang dibakar itu ternyata berasal dari bumbu campuran rempah seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, gula merah, terasi, dan santan. “Sebelum dibakar, ayam itu dicelupkan ke bumbu yang sudah jadi itu. Waktu dibakar sekitar 15 sampai 17 menit baru saya tambahin jeruk nipis biar lebih segar,” ungkapnya. Dalam satu gigitan, rasa pedas manis terasa khas di lidah. Teksturnya lembut dan gurih. Bumbunya terus menggoda.
Maesarah sudah lima tahun menekuni usaha ayam taliwang, setelah beberapa kali gagal dalam usaha kuliner yang lain. Maesarah membuka warungnya mulai pukul 10.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita. Warung itu biasanya ramai saat jam pulang kantor. “Harga ayam taliwang itu Rp 45.000 sudah sekalian sama beberok terong.
( Selfia Mutiara Hati )






____________________________________________
