LAMPUNG TIMUR-Tipikorinveatigasinews.id-– Borok proyek infrastruktur di Lampung Timur kembali terbuka lebar! Robohnya Tembok Penahan Tanah (TPT) Jembatan Way Bungur bukan hanya sekadar kegagalan teknis, tapi juga diduga sebagai bukti kuat adanya permainan kotor di balik proyek pembangunan.
Sekretaris DPW Pekat IB Lampung, Ansora Hanafi alias Bang Acong, dengan lantang menyebut proyek ini sebagai bancakan anggaran yang lebih menguntungkan segelintir orang daripada rakyat.

“TPT ini baru dibangun, tapi sudah ambrol? Ini bukan karena alam, tapi karena proyek ini dikerjakan asal-asalan! Ini bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Saya tantang Kejati, BPK RI, Ombudsman, dan Inspektorat untuk mengaudit proyek ini. Jangan-jangan ini cuma puncak gunung es dari skandal korupsi yang lebih besar!” seru Bang Acong.
Jembatan Puluhan Miliar Tak Kunjung Selesai, Ada Mafia Proyek?
Tak hanya TPT yang ambruk, Jembatan Way Bungur, yang menghubungkan Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir, juga mangkrak meski sudah menyedot puluhan miliar rupiah dalam tiga tahap pembangunan!
Komisi III DPRD Lampung Timur yang turun langsung ke lokasi pun dibuat geram. Dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR pada Kamis (6/2/2025), mereka mengungkapkan banyak kejanggalan dalam proyek ini.
“Kami menemukan beberapa titik yang seharusnya diplester, tapi malah hanya ditutup triplek! Ini benar-benar penghinaan terhadap masyarakat! Ini bukan proyek, ini akal-akalan untuk merampok uang rakyat!” tegas salah satu anggota DPRD.
Kejaksaan Turun Tangan, Tercium Bau Korupsi?
Sorotan tajam dari DPRD dan masyarakat akhirnya membuat Kejaksaan Negeri Lampung Timur bergerak. Kajari Lamtim, Agustinus Ba’ka, bahkan sudah dua kali turun langsung ke lokasi proyek untuk memeriksa dugaan penyimpangan.
Salah satu temuan mencengangkan adalah bahwa pihak rekanan tidak menggunakan beton readymix dari batching plant, melainkan mencampur sendiri di lokasi menggunakan truk molen. Metode ini menimbulkan kecurigaan adanya pemangkasan biaya yang berdampak langsung pada kualitas bangunan.
“Kalau proyek ini dikerjakan dengan benar, tidak mungkin secepat ini rusak. Ini jelas ada sesuatu yang tidak beres!” ujar seorang warga dengan nada geram.
Rakyat Tidak Butuh Janji, Tapi Tindakan!
Masyarakat Lampung Timur sudah bosan dengan proyek yang hanya menjadi ladang korupsi. Jika penegak hukum tidak segera bertindak, maka kepercayaan terhadap pemerintah akan semakin runtuh.
“Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan nyata! Tangkap semua yang terlibat, jangan biarkan uang rakyat terus dirampok!” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Pertanyaannya sekarang, apakah kasus ini akan benar-benar dibongkar hingga ke akar-akarnya? Atau justru akan lenyap begitu saja seperti kasus-kasus korupsi lainnya?
(Tri)






____________________________________________