Jepara, tipikorinvestigasinews.id – Sungguh miris yang dilakukan H. Mahmud, S.Sos eks Kepala SMK ISLAM YPI 2 WAY JEPARA yang telah diberhentikan menjadi Kepala Sekolah sejak Januari 2025 dan digantikan oleh Sumarwan, M.Pd.I dimana yang bersangkutan bermanufer dengan mengganti sekolah tersebut menjadi SMK ISLAM TUNAS BANGSA.

Gabungan awak Pers di Lampung Timur berusaha memberi kesempatan kepada H. Mahmud dan beberapa guru untuk menggelar konfrensi pers pada 10 Juli 2025 justru tidak datang dan siswa baru yang sedang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mendadak diliburkan dalam waktu yang tidak ditentukan, yang datang justru Pengurus Pusat Yayasan Pusat Pendidikan Islam Lampung (YPPIL) dan Kepala Sekolah yang baru yang untuk kesekian kali tidak dapat masuk karena gerbang dikunci.
Polemik ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi Orang Tua Murid akan nasib anaknya kelak karena semula mendaftarkan diri sekolah di SMK ISLAM YPI 2 sekarang kok jadi siswa SMK ISLAM TUNAS BANGSA, yang berharap Bupati Lampung Timur atau dari Dinas Pendidikan untuk turun tangan agar diberi penjelasan sekolah yang sah yang mana.
“Wah bagaimana pak, saya dan juga anak saya stres tapi kami gak ngerti harus melakukan apa, yang jelas sekolah YPI ini sudah dikenal di masyarakat puluhan tahun dan ketika sekarang jadi SMK ISLAM TUNAS BANGSA kami bingung”. Keluh seorang Orang Tua murid yang tak ingin dibuka jati dirinya
“Semoga Bupati atau Dinas bisa turun tangan mengatasi masalah ini”. Tambahnya dengan raut muka bingung
Tidak hanya Orang Tua dan Murid baru yang cemas tapi alumni SMK ISLAM YPI 2 WAY JEPARA juga cemas bagaimana kelak jika ada alumni ada perlu dengan sekolahnya seperti melegalisir ijazah.
“Wah saya tidak setuju kalau SMK YPI ini diganti begitu saja nanti bagaimana dengan para alumni yang masih ada perlu dengan sekolah seperti legalisir ijazah kan tidan mungkin ditandatangani oleh SMK TUNAS BANGSA”. Paparnya ketika ditemui di depan gedung SMK YPI yang oleh Mahmud sudah dirusak dan dirubah menjadi SMK TUNAS BANGSA
“Semenjak viral soal pergantian nama sekolah ini saya dan temen-temen sudah sepakat untuk datangi sekolah rame-rame untuk mempertanyakan ini”. Tambahnya
Sementara itu Sumarwan ketika dihubungi via telpon mengatakan bahwa walaupun dirinya tidak bisa berkantor di YPI tapi administrasi dialah yang mengerjakannya karena guru-guru datang memintanya menandatangani berbagai dokumen.
“Walaupun saya belum bisa berkantor karena dihalang-halangi tapi administrasi sekolah guru-guru mintakan tandatangan ke saya seperti Kunjungan Industri, Pengumuman Kelulusan, Raport dan Ijazah serta berbagai dokumen lainnya”. Jelas Sumarwan
“Saya sendiri kurang faham dengan persoalan yang ada karena Saudara Mahmud tidak mau berkomunikasi tapi setidaknya kepentingan murid harus diutamakan, saya sangat menghindari menunjukan hal-hal yang tidak baik di depan murid dan masyarakat, makanya administrasi sekolah tetap saya kerjakan walaupun guru harus mengantarnya ke rumah”. Tambah Sumarwan
Senada dengan Wali Murid Sumarwan berharap pemerintah dapat turun tangan menyelesaikan ini, dimana Kuasa Hukum YPPIL Sopiyan Subing dari Lembaga Bantuan Hukum Garuda Keadilan Indonesia telah melaporkan perihal yang terjadi di SMK ISLAM YPI 2′ WAY JEPARA ke Dinas Kemendikbudristek dan Kapolres Lampung Timur (tim) (LI.79)







____________________________________________
