Terkait Pemberitaan yang Menyudutkan Ketua LLMB Inhu Angkat Bicara,” Jangan Menebar Fitnah Seperti ini.

Indragiri hulu, tipikorinvistigasinews.id –Raja Abdul Aziz, Ketua Ormas Lembaga Laskar Melayu (LLMB) Indragiri Hulu, membantah tuduhan penipuan terkait penggunaan uang petani Desa Sungai Raya dan Sekip Hilir sebesar Rp 15 juta. Menurutnya, uang tersebut digunakan untuk biaya konsumsi, transportasi, rokok, dan uang saku anggota saat demo. Raja Abdul Aziz juga menyatakan bahwa dirinya tidak memegang uang tersebut, karena uang itu di pegang Bendahara LLMB ,” jelas nya Rabu ( 13- Agustus 2025 )

Selanjut nya,”Uang Rp 15 juta digunakan untuk keperluan demo, termasuk biaya konsumsi dan transportasi anggota.

“Bendahara LLMB yang memegang uang tersebut, bukan dirinya, dan uang tersebut sudah habis tidak ada lagi di tanggan Bendahara LLMB, karena di pergunakan di Acara Demo tersebut.

Pijai, orang yang membawa LLMB untuk demo, tidak hadir pada hari H demo.
Raja Abdul Aziz juga menyayangkan Pijai menuduhnya menghabiskan uang petani tanpa bertanya terlebih dahulu. Ia meminta agar tidak menyebarkan fitnah dan meminta klarifikasi langsung kepadanya jika ada masalah,” tegas nya.

Asnan

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *