Pidie Jaya, tipikorinvestigasinews.id – Pidie jaya jum,at 2 mei 2025 Wabup Hasan Basri ST MM melakukan kerja garam bio. Membran
di Desa Lancang Paru, Kecamatan Bandar baru
sebagai bagian dari tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Kelautan
dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) dan Dinas Kelautan dan Perikanan
(DKP) Kabupaten Pidie Jaya.
Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung potensi pengembangan sektor garam rakyat.

sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang
pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini memberikan dampak nyata bagi
masyarakat, khususnya petani garam yang selama ini menjadi penggerak ekonomi lokal,”
ujar Hasan Basri, dalam pernyataannya kepada awak media.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala DKP Pidie Jaya, Dr. Yandi Yusnandar,
S.T., M.T., yang menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyambut inovasi baru.
“Kami siap bekerja sama dengan FKP USK dan sangat terbuka untuk mengadopsi
teknologi maupun pendekatan baru yang dapat mendorong peningkatan mutu garam dan
daya saing sektor kelautan di daerah ini,” ujarnya.
Sejumlah akademisi dari FKP USK juga hadir dan tengah menjalankan program
integratif berbasis pendidikan, pelatihan, dan riset di wilayah pesisir.
PKS yang ditandatangani pada 1 Mei 2025 tersebut mencakup berbagai bidang kerja
sama, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis OBE, pelatihan, pengembangan SDM,
hingga publikasi ilmiah bersama. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas
daerah dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Dekan FKP USK, Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A., S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa
sebagian besar produksi garam di Pidie Jaya masih dikelola secara tradisional. Pihaknya
hadir untuk mendukung proses transformasi melalui pendekatan berbasis teknologi.
“Kami akan melakukan transfer teknologi, termasuk penerapan sistem biofilter untuk
meningkatkan kualitas air baku serta memperkenalkan metode produksi yang lebih
efisien dan higienis. Harapannya, garam lokal bisa bersaing di pasar yang lebih luas,”
ungkapnya.
Selain meninjau lahan garam rakyat, Wakil Bupati juga mengunjungi lokasi produksi
garam yang telah menggunakan sistem tunnel tanpa proses pemasakan. Teknologi ini ujar nya
Liputan syarli aceh







____________________________________________
