Aceh Tamiang – Tipikorinvestigasinews.id
Tak luput, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang masih terus saja menghiasi “raport merah” lembaga terhormat ini.
Amatan para Awak media pada lembaga terhormat ini, diduga tidak sepenuhnya menjalankan tugasnya yang pro dengan rakyat, hal ini terlihat banyak dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), bahkan sampai pada realisasi pokok pikiran yang hampir tidak menyentuh kepentingan rakyatnya.
Senin ( 22/09/2025 )
( FOTO SUMPAH JANJI JABATAN )

Salah satu Penyelewengan terburuk yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tamiang ini adalah dugaan sarat Nepotisme yang mereka lakukan , bahkan terkesan sangat dipaksakan oleh mereka demi meraup “pundi-pundi uang”
Mengikuti laman SIRUP LPSE Kabupaten Aceh Tamiang terlihat jelas “gendutnya” anggaran yang digelontorkan untuk lembaga ini, namun dalam laman tersebut masih saja dijumpai banyak ketimpangan peruntukkannya.
Sekilas, terdengar dari sumber yang bisa di percaya, yang mengatakan, bahwa lembaga ini akan mengajukan kembali “uang negara” untuk kepentingan yang tak jelas dan diduga permintaan penambahan anggaran yang diduga diluar nalar hanya untuk kepentingan “dayang dan famili seratus” mereka.
Bila hal ini terjadi dan terakomodir maka sangat disayangkan akan menambah angka pada raport merah kinerja lembaga ini dan sangat jelas bertolak belakang dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan.
Masih sempat dan tenangnya kelakuan para Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang ini dalam menjalankan “nafsu serakahnya” tanpa memikirkan kondisi rakyat sesungguhnya,
Sejatinya mereka yang menjadi wakil dari pilihan rakyat dalam mengakomodir kepentingan rakyat justru berbanding terbalik, wakil rakyat yang merupakan pilihan rakyat, kini membelakangi kepentingan rakyatnya demi mengutamakan kepentingan keluarga dan pribadi mereka.
salah satu sumber mengatakan pada awak media,
“Pedih dan perih bang, liat dan dengar permintaan para Dewan Perwakilan Rakyat ini dalam memperkaya diri dan keluarga mereka, berbagai modus dan cara mereka lakukan demi tercapainya hal ini” jelas sumber.
Kata efesiensi sepertinya tidak berlaku mutlak bagi kepentingan Dewan terhormat ini, mereka terus dan terus berimprovisasi guna mengecoh uang rakyat, rakyat dibiarkan terus dengan janji manisnya, perilaku kekuasaan menjadikan alat bagi mereka dalam melakukan “intervensi” disaat-saat tertentu.
Impian Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat akan terus tumbuh subur dalam memperkaya diri, sementara rakyatnya terkubur bersama mimpi.
Bersambung,,,,,
( Kaperwil Aceh )







____________________________________________
