Mamasa, http://tipikorinvestigasinews.id- Krisis air bersih yang berkepanjangan di Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memaksa ratusan warga mengandalkan air dari saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Minggu 31 Mei 2026
Kondisi tersebut kini berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan banyaknya warga yang mulai terserang penyakit kulit.
Keterbatasan akses terhadap sumber air bersih membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan air irigasi yang mengalir di sekitar area persawahan.
Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, membersihkan peralatan rumah tangga, hingga memasak setelah diendapkan secara sederhana.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa menggunakan air irigasi karena tidak tersedia jaringan air bersih yang memadai, sementara sumber mata air yang layak berada cukup jauh dari permukiman.
“Kami tahu air ini tidak bersih, tetapi kami tidak punya pilihan lain. Kalau tidak menggunakan air irigasi, kami harus mengambil air bersih yang jaraknya sangat jauh,” ujar seorang warga.
Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa gatal-gatal, ruam kemerahan, hingga infeksi kulit.
Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak karena sering mengalami luka akibat menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal.
Secara medis, penggunaan air irigasi yang tidak higienis berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Air yang berasal dari saluran terbuka rentan terkontaminasi bakteri, parasit, lumpur, serta residu pupuk dan pestisida dari lahan pertanian. Kandungan tersebut dapat memicu iritasi, alergi, hingga infeksi pada kulit.
Masyarakat Desa Sepakuan berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.
Selain pelayanan kesehatan bagi warga yang telah terdampak, warga juga meminta adanya pasokan air bersih darurat melalui mobil tangki serta pembangunan infrastruktur air bersih sebagai solusi jangka panjang.
Pembangunan sumur bor, bak penampungan air, maupun jaringan perpipaan dari sumber mata air yang layak dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak terus bergantung pada air irigasi yang berisiko bagi kesehatan.
Kondisi yang dialami warga Desa Sepakuan menjadi perhatian serius karena akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak setiap warga negara.
Tanpa penanganan yang cepat dan berkelanjutan, masyarakat dikhawatirkan akan terus menghadapi ancaman penyakit akibat keterbatasan air bersih.
Pewarta: Darman Ardi.







____________________________________________
