Jambi, tipikorinvestigasinews.id– Kab.Tanjung Jabung Timur, Parit Culum 1 – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyediakan asupan yang memenuhi gizi bagi penerima manfaat kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga melaporkan adanya paket makanan yang diduga tidak sesuai dengan standar dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Pantauan di Lapangan isi paket MBG hanya terdiri dari Dua bungkus roti kemasan, satu buah pir/peer, serta Sebutir Telur ayam, Terbungkus di kantong plastik. Warga menyebut bahwa paket tersebut jauh dari standar komposisi makanan bergizi seimbang yang semestinya mencakup unsur karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan/atau minuman pendamping sesuai juknis yang berlaku.(Rabu 10 Desember 2025)
Beberapa orang tua menyampaikan kekecewaannya karena menu yang diberikan tidak memenuhi nilai gizi harian anak.
“Jika soal protein tidak faham tetapi dari penyebutan umum makanan bergizi gratis sepertinya yayasan sudah mulai malas dan tidak serius dengan tanggung jawab pekerjaan di duga keras menguntungkan perusahaan makanan kemasan bukan UMKM” jelas salah seorang wali murid.
Terpisah saat di Konfirmasi Melalui Pesan singkat WhatsApp Salah satu pemilik Yayasan Inisial (NI), yang Berada di Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtimur, beliau Menjelas kan Kalau tidak tau Soal menu makanan itu, Yayasan Hanya menindak Lanjut Apa yang di Minta oleh SPPG dan Juga Ahli Gizi yang bertugas di Dapur Milik nya.
“Ijin bapak,untuk menu di tentukan oleh sppg dan Ahli gizi, dan diluar kewenangan kami pihak yayasan”jawab nya.
Kordinator Wilayah (Korwil) Tanjung Jabung Timur, Juwandi Juga menerangkan kepada Awak Media Ini Saat di Konfirmasi Melalui Pesan Singkat WhatsApp Iya Menerang kan Kalau Menu yang di Salur kan Hari ini Benar Masih Kurang Pas dan kurang Terpenuhi Protein nya karena tidak Ada susu nya, Iya juga telah Menghubungi Sppg yang bertugas di dapur tersebut.
“Kalau yang ini masih ada kurang pak, saya sudah menghubungi kepala SPPG nya terkait Hal ini kok hanya buah dan roti, Telur dan susunya ngga ada” jelas nya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara program di tingkat sekolah maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Warga berharap adanya evaluasi dan transparansi agar bantuan publik tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Program MBG merupakan salah satu agenda pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, sehingga akurasi pelaksanaan sangat penting untuk memastikan tujuan tersebut sesuai aturan yang berlaku. ( Aresta604 )







____________________________________________