Pidie Jaya – Tipikorinvestigasinews.id
Minggu, 28 Desember 2025.
Derita korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya kembali terungkap. Nasriah (48), seorang ibu dengan lima orang anak, warga Gampong Brunei, Kecamatan Meurah Dua, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi hidupnya kepada awak media Tipikor Investasi News ID. Sudah lebih dari satu bulan sejak bencana melanda, namun rumah dan kehidupan keluarganya belum juga tersentuh bantuan yang memadai.

Banjir bandang yang terjadi pada 25 September 2025 lalu telah merenggut tempat tinggal Nasriah beserta seluruh harta bendanya. Kini, ia dan kelima anaknya hidup tanpa rumah layak, tanpa tempat tidur, serta tanpa fasilitas mandi dan sanitasi yang memadai. Kondisi tersebut membuat kehidupan mereka semakin terpuruk dari hari ke hari.
Lebih menyedihkan lagi, kelima anak Nasriah terpaksa berhenti sekolah dan tidak lagi mengikuti kegiatan mengaji. Keterbatasan ekonomi, ketiadaan tempat tinggal, serta trauma pascabencana menjadi alasan utama anak-anak tersebut kehilangan hak mereka atas pendidikan dan pembinaan agama.
Dengan mata sembab dan suara bergetar, Nasriah menuturkan bahwa setiap hari anak-anaknya hanya bisa menunggu di pinggir jalan kampung, berharap ada kendaraan bantuan yang melintas.
Anak-anak saya setiap hari menunggu mobil lewat untuk meminta makanan. Saya merasa seperti pengemis sekarang ini. Hati saya hancur melihat kondisi mereka,ucap Nasriah sambil meneteskan air mata.
Ia juga mengeluhkan kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang hingga kini masih dipenuhi lumpur dan sisa material banjir. Rumah-rumah warga rusak parah, akses jalan kampung belum sepenuhnya dibersihkan, dan aktivitas warga lumpuh total. Menurut Nasriah, upaya pembersihan dari pihak pemerintah belum mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Pemerintah sudah tidak sanggup lagi membersihkan rumah saya dan jalan kampung kami,” keluhnya lirih.
Dalam keputusasaan, Nasriah menyampaikan harapan terakhirnya kepada dunia internasional agar mau turun langsung membantu masyarakat Aceh, khususnya warga Pidie Jaya yang menjadi korban banjir bandang. Ia berharap adanya bantuan kemanusiaan berupa tempat tinggal sementara, kebutuhan pokok, pendidikan anak-anak, serta pemulihan lingkungan pascabencana.
Saya sangat berharap bantuan dari internasional bisa segera datang ke Aceh untuk membantu kami. Kami benar-benar tidak tahu lagi harus mengadu ke mana,” ujarnya dengan penuh harapan kata Nasriah,
Liputan syarli aceh







____________________________________________
