Dari Indonesia Raya hingga Sauyunan Jaga Lembur, Irjen Pol Rudi Setiawan Merawat Nasionalisme Jawa Barat

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID.

JAWA BARAT — Percakapan hangat di ruang tamu lantai lima Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat mendadak terhenti. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, berdiri dari kursinya.
“Ayo,” ajaknya singkat, meminta seluruh hadirin berdiri.

Tepat pukul 10.00 WIB, Senin, 12 Januari 2026, pengeras suara di lingkungan Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, menginstruksikan penghentian seluruh aktivitas. Suasana seketika hening ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.
Selama 1 menit 50 detik, lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman itu menggema, diikuti sikap sempurna seluruh personel dan tamu. Rutinitas ini dilaksanakan setiap hari kerja sebagai bentuk penanaman nilai nasionalisme dan penghormatan terhadap simbol negara.

Usai lagu berakhir, Irjen Rudi kembali duduk. Diskusi pun dilanjutkan.
Saat itu, Kapolda Jabar menerima kunjungan tim detikcom bersama pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat. Ia didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan, Dirlantas Kombes Pol Raydian Kokrosono, serta Dirintelkam Kombes Pol Sukendar Eka Ristyan. Pertemuan tersebut membahas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus peluang kolaborasi strategis antara Polri dan media massa.

Dalam pertemuan itu, Rudi menegaskan peran vital media sebagai jembatan informasi antara institusi kepolisian dan masyarakat. Ia bahkan menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kapolres di wilayah hukum Polda Jawa Barat.
“Saya minta para kapolres aktif bicara kepada media. Isi semua platform informasi.

Jangan menghindar saat diwawancarai wartawan,” tegas Rudi, Rabu (14/1/2026).
Sauyunan Jaga Lembur
Sejak memimpin Polda Jabar pada April 2025 menggantikan Irjen Pol Akhmad Wijagus, Rudi Setiawan—mantan Deputi Penindakan KPK—menginisiasi program unggulan bertajuk Sauyunan Jaga Lembur. Program ini menjadi pendekatan keamanan berbasis kearifan lokal Jawa Barat.

 

Istilah sauyunan bermakna kebersamaan, sementara jaga lembur berarti menjaga kampung halaman. Filosofi tersebut dirancang untuk memperkuat kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Menjaga lingkungan adalah wujud kearifan lokal masyarakat Jawa Barat. Saya mengajak warga menjadi ‘polisi bagi diri sendiri’, keluarga, dan lingkungannya melalui kesadaran kolektif,” ujar Rudi.

Program Sauyunan Jaga Lembur kini telah merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas buruh, nelayan, hingga ribuan pengemudi ojek daring yang dilibatkan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan, khususnya di ruang publik dan jalur lalu lintas.

Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, Polda Jabar berupaya membangun rasa memiliki terhadap keamanan wilayah. Sebuah semangat gotong royong yang dirangkum dalam satu ajakan sederhana namun sarat makna:

“Hayu, sauyunan jaga lembur.”

( Ahmad S.A Investigasi Nasional ).

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *