Tambolaka, 07 Februari 2026-
tipikorinvestigasinews.id –
Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di sejumlah desa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menuai pertanyaan publik terkait transparansi dana. Sejumlah kepala desa tidak mengetahui jumlah dana yang digunakan untuk pembangunan gedung tersebut.
Dalam konfirmasi kepada media pada Kamis (05/02/2026), di ruang kerjanya, ia mengungkapkan bahwa semua kepala dinas di Indonesia juga menanyakan hal yang sama.
“Bahkan ada yang menunjukkan kemarahan dan mengatakan kami yang membangun koperasi ini dengan susah payah sejak awal, kini saat proyek berlangsung, seolah kementerian koperasi hingga dinas koperasi serta pemda tidak berpartisipasi dalam pembangunan ini,” tandasnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten SBD, Yengo Tanda Kawi, S.Pd, juga tidak mengetahui secara pasti jumlah dana yang digelontorkan. Ia mengaku telah menyampaikan kekhawatiran ini dalam pertemuan daring di Makodim 1629/SBD, baik dengan Pangdam, Panglima TNI, maupun PT Agrinas Pangan Nusantara.
Yengo menjelaskan bahwa pihak TNI beralasan bahwa mereka hanya terikat dengan kontrak PT Agrinas, sehingga tidak melibatkan Pemda dan Dinas Koperasi dalam pembangunan gedung tersebut.
“Karena sumber pembiayaan berasal dari sana, dan ada MoU dengan PT Agrinas. Bukan dengan pemda, kementerian koperasi, atau dinas koperasi,” ucapnya.
Pemda SBD telah menggelar rapat untuk klarifikasi dan meminta kejelasan terkait pembangunan gedung Koperasi Merah Putih, melibatkan bupati, sekda, dan Satgas Koperasi Merah Putih, dengan mengundang pihak Kodim 1629/SBD.
Yengo menegaskan bahwa dinas koperasi tidak terlibat dalam pembangunan gedung tersebut dan tidak memiliki payung hukum untuk terlibat jauh dalam proyek ini. Lebih lanjut menjelaskan,
“Agar lebih jelas, jika di masa mendatang terdapat pertanggungjawaban, saya sebagai kepala dinas koperasi contohnya, tiba-tiba menerima bangunan lalu diminta untuk menandatangani penerimaan gedung, saya tidak akan bersedia,” tegas Yengo Tanda Kawi.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya hanya memberikan bimbingan dan pelatihan kepada pengurus koperasi.
Reporter : Gunter Guru Ladu Meha.







____________________________________________