ACEH SINGKIL,Tipikorinvestigasinews.id–
Gelombang aspirasi menggema di halaman Kantor DPRK Aceh Singkil, Selasa (3/3/2026). Sekitar 700 massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat Peduli Aspirasi Singkil (GAMPEMAS) turun ke jalan, menyuarakan tuntutan mereka dengan tertib dan penuh semangat. Aksi tersebut berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan.
Sejak pagi, massa telah memadati kawasan kantor dewan. Spanduk dan poster berisi tuntutan dibentangkan, sementara orasi demi orasi disampaikan secara bergantian. Inti dari aksi tersebut adalah mendesak agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil segera disahkan demi memastikan roda pemerintahan dan pembangunan daerah tetap berjalan tanpa hambatan.
Selain itu, massa juga meminta agar hak interpelasi terhadap Bupati Aceh Singkil, Sapriadi, dianulir. Mereka menilai langkah tersebut berpotensi memperkeruh situasi politik daerah dan menghambat fokus pembangunan.
Tak hanya soal APBK dan interpelasi, GAMPEMAS turut menyoroti dana pokok pikiran (pokir) DPRK yang disebut-sebut mencapai kurang lebih Rp83 miliar. Massa mendesak agar DPRK Aceh Singkil memberikan penjelasan terbuka dan transparan kepada publik terkait pengelolaan serta realisasi anggaran tersebut.
Koordinator lapangan aksi, Ramli Manik, dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kepedulian murni masyarakat terhadap kondisi daerah. Ia juga membantah isu yang beredar mengenai adanya uang saku bagi peserta aksi.

“Itu tidak benar. Aksi ini murni dari hati nurani masyarakat Aceh Singkil yang peduli terhadap daerahnya. Tidak ada bayaran atau uang saku seperti yang dituduhkan,” tegas Ramli saat dikonfirmasi awak media usai aksi.
Di penghujung orasi, Ramli menyampaikan peringatan dengan nada tegas namun tetap dalam bingkai damai. Ia menyebut, apabila tuntutan tidak diindahkan, gelombang massa yang turun pada aksi berikutnya bisa lebih besar.
“Kami datang dengan damai dan membawa harapan. Namun jika suara kami tidak didengar, maka jangan salahkan jika ke depan jumlah massa akan lebih banyak lagi,” ujarnya penuh semangat.
Aksi tersebut menjadi potret dinamika demokrasi di Aceh Singkil,sebuah ruang di mana rakyat menyampaikan suara secara terbuka, menuntut transparansi, akuntabilitas, dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Di tengah terik matahari dan semangat yang membara, satu pesan yang mengemuka: aspirasi adalah denyut nadi demokrasi yang tak boleh diabaikan.{syahdun}.







____________________________________________
