Musyawarah Tudang Sipulung dan Syukuran Panen Bahas Musim Tanam April–September 2026 di Kecamatan Kamanre

Luwu, tipikorinvestigasinews.id -Pemerintah desa bersama unsur pertanian dan masyarakat menggelar kegiatan Musyawarah Tudang Sipulung yang dirangkaikan dengan syukuran panen untuk membahas rencana musim tanam April–September 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Bunga Eja, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Selasa (21/4/2026), dengan melibatkan Desa Bunga Eja dan Desa Wara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kamanre, Arman Nursalim, SE, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu dari bidang ketahanan pangan, para penyuluh pertanian, kepala desa, serta sejumlah perwakilan kelompok tani dan masyarakat dari kedua desa.

Musyawarah ini bertujuan menyepakati jadwal tanam yang terkoordinasi guna meningkatkan produktivitas pertanian serta mengantisipasi berbagai kendala teknis di lapangan.

Berdasarkan hasil kesepakatan, rencana penanaman tahap awal dijadwalkan berlangsung pada 11–25 Mei 2026, dengan batas toleransi hingga 8–24 Juni 2026. Seluruh proses penanaman ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Adha.

Kepala Desa Bunga Eja, Nasir Napeng, dalam penyampaiannya menyoroti keterbatasan ketersediaan pupuk yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan petani.

“Dalam setahun, kami tidak bisa melakukan tiga kali masa tanam karena ketersediaan pupuk hanya mencukupi untuk dua kali musim tanam. Harapan kami ada penambahan alokasi pupuk untuk petani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wara, Udding, mengungkapkan persoalan infrastruktur pengairan yang dinilai masih belum memadai. Ia menyebutkan bahwa kondisi jaringan irigasi di wilayahnya baru sekitar 30 persen yang berfungsi optimal.

“Saluran air di Desa Wara masih banyak yang belum baik. Kami berharap ke depan ada percepatan perbaikan infrastruktur pengairan,” katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa terdapat lima kelompok tani di Desa Wara yang belum menyelesaikan panen, sehingga penjadwalan tanam kemungkinan bergeser ke bulan Juni. “Kami tidak bisa memaksakan tanam di bulan Mei untuk sebagian kelompok. Ini bukan laporan, tapi harapan agar kondisi di lapangan bisa dipahami bersama,” tambahnya.

Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Luwu melalui bidang ketahanan pangan menyatakan akan menampung seluruh masukan dari pemerintah desa dan petani sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan program ke depan, khususnya terkait distribusi pupuk dan peningkatan infrastruktur pertanian. Camat Kamanre, Arman Nursalim, SE, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan musim tanam.

Ia mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dan berharap kesepakatan yang dihasilkan dapat dijalankan secara konsisten. “Melalui forum seperti ini, kita bisa menyatukan persepsi antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya demi keberhasilan sektor pertanian di wilayah Kamanre,” tuturnya.

Kegiatan Musyawarah Tudang Sipulung ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan sinergi antar desa serta memperkuat ketahanan pangan daerah di Kabupaten Luwu. Penulis: (Rusding Investigasi Nasional)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
───────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *