Sulteng,Kabupaten Parimo,Tipikorinvestigasinews.id–
Informasi yang berkembang di ditengah Masyarakat desa Ambesia Barat Kecamatan Tomini merasah resah adanya dugaan pelaksanaan DD dan ADD, pekerjaan fisik tidak sesuai ketentuan dan pengadaan kata Rahmat Ketua LSM Singgani Jumat (24/4/2026)
Dikatakan olehnya, seperti terjadi di Desa Ambesia Barat Kecamatan Tomini, pengadaan perahu Nelayan 10 Buah dan mesin Katiting (satu set) seperti Mesin Katinting, Tali janggkar alat pancing dan Lainnya Anggaran Tahun 2019, sangat di sayangkan kualitas perahu sangat buruk mengunakan bahan kayu telur yang dikenal kayu ringan, lembek dan gampang lapuk dari 10 pengadaan buah perahu yang diadakan 6 buah, 4 buah tidak diketahui, satu buah perahu tidak layak Pakai alias lapuk dan pecah-pecah dengan besar anggaran persatu Unit 15 juta rupiah
“Selain pengadaan perahu nelayan ada juga pengadaan pupuk diduga sekitar 2 ton dari DD dijual ke wilayah kota raya oleh oknum Kades inisial ATM, termasuk mobil dinas Desa digunakan untuk keperluan Pribadi, digunakan mengangkut buah kelapa miliknya dan keperluan pribadi lainya, ketika dibutuhkan oleh warga masyarakat untuk keperluan orang sakit atau kepentingan umum, oknum Kades tidak perna memberikan, termasuk adanya dugaan Pungli pemotongan bantuan langsung tunai sebesar Rp.500.000 (Lima puluh ribu rupiah) sehingga menjadi sorotan di tengah Masyarakat”
Ketika Media ini melakukan konfirmasi kepada Kades inisial ATM di kediaman mengatakan bahwa dugaan tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar, semuan pelaksanaan pekerjaan DD maupun ADD sudah sesuai kketentuan, bahkan ada bantuan perahu oleh warga sudah dijual.tutupnya.(Arsyad).







____________________________________________