Pekalongan – Jateng, tipikorinveatigasinews.id– Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 bertempat di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada mulai 30 April hingga 2 Mei 2026 ini mengusung tema “Harmoni Budaya dan Pendidikan untuk Generasi Unggul” sebagai upaya strategis melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Ketua DPRD Abdul Munir, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Wakapolres Pekalongan M. Farid Amirullah, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid, S.IP., M.M.,Tampak pula para Kepala Perangkat Daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sukirman menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang refleksi mendalam mengenai makna kebudayaan, “Kebudayaan bukan sekadar kesenian atau benda purbakala, melainkan ide, gagasan, dan perilaku kita sehari-hari. Pekan Kebudayaan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas hidup melalui nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini masyarakat diajak untuk melakukan introspeksi terhadap kebiasaan dan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Sukirman berharap nilai-nilai positif yang ada dapat terus ditingkatkan guna memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PKD 2026 yang menghadirkan beragam kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Ia pun menekankan pentingnya pelestarian seni tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi, “Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, para pendidik dan guru memiliki peran penting untuk terus mewariskan nilai-nilai luhur, khususnya melalui seni tradisi seperti wayang, agar anak-anak tidak meninggalkan budaya kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa PKD bukan sekadar ajang perayaan, melainkan sarana refleksi untuk memperkuat jati diri daerah serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, “Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat jati diri daerah, menumbuhkan rasa cinta budaya, serta mendorong generasi muda agar bangga dan berperan aktif dalam melestarikan kebudayaan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua Penyelenggara, Kholid, menjelaskan bahwa PKD 2026 dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Berbagai kegiatan pun digelar untuk melibatkan generasi muda, di antaranya Workshop dan Pementasan Sintren Massal, Lomba Dalang Anak, Lomba Menggambar dan Mewarnai, serta Pameran Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif.
Selain itu, Kholid juga melaporkan capaian di bidang akademik dan nonakademik, termasuk keberhasilan SMP 2 Kajen sebagai Juara 1 Nasional Sekolah Adiwiyata serta predikat Pemerintah Daerah Terbaik di Jawa Tengah dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Maret 2026. “Kami ingin memastikan tidak ada kesenjangan antara teknologi masa kini dengan tradisi. Generasi muda harus tumbuh dengan talenta hebat, namun tetap berpijak pada akar budaya mereka,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Pekalongan beserta Forkopimda menyerahkan penghargaan nasional atas kekayaan warisan budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, yaitu Seni Sintren, Apem Kesesi, Seni Gendhuwangan, Tata Rias Pengantin Srimpi Priyayi, serta Selamatan Giling Tebu PG Sragi.
Dan usai membuka kegiatan, Plt. Bupati Pekalongan beserta Forkopimda meninjau stan-stan produk unggulan dari gabungan kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
( LELES )







____________________________________________