Aceh Singkil | tipikorinvestigasinew.id ~ Momentum ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Nurul Makmur, Kompleks Perkantoran Pulo Sarok, pada Jumat (15/5/2026), berubah menjadi lautan haru sekaligus rasa syukur yang mendalam. Hari itu mencatatkan sejarah religius tersendiri bagi masyarakat bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili, seiring dilaksanakannya prosesi pelepasan resmi Jemaah Calon Haji (JCH) musim haji 1447 H / 2026 M oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Kehadiran para tamu Allah yang mengenakan seragam khas batik haji di tengah-tengah shaf jamaah, menambah kekhidmatan atmosfer masjid kebanggaan masyarakat Aceh Singkil tersebut sejak sebelum azan berkumandang.
Khutbah Ustadz Abi Salman: Iman dan Takwa adalah Kemudi Kehidupan
Bertindak sebagai Khatib, Ustadz Abi Salman, S.Pd., menyampaikan khutbah Jumat yang sarat akan pesan spiritual. Di hadapan ratusan jamaah dan puluhan calon jemaah haji yang duduk berbaur, Ustadz Abi Salman mengupas esensi fundamental dari penghambatan seorang manusia, yaitu konsistensi iman dan takwa.
Dalam orasinya di mimbar, ia menegaskan bahwa ketakwaan bukanlah status yang statis, melainkan sebuah kemudi yang menentukan arah hulu dan hilir seluruh aktivitas manusia, baik dalam kapasitas pekerjaan profesi maupun ibadah ritual sekelas ibadah haji.
“Iman dan takwa adalah fondasi absolut. Ketika seluruh gerak-gerik, pekerjaan, dan niat kita disandarkan pada ketakwaan, maka di situlah rida Allah SWT akan turun. Hanya melalui jalur itulah kita bisa menembus derajat sebagai hamba yang dicintai-Nya,” tegas Ustadz Abi Salman.
Secara khusus, beliau juga memberikan penguatan mental bagi para JCH agar senantiasa menjaga kesucian niat (ikhlas) selama di Tanah Suci. Beliau mengingatkan bahwa ujian fisik dan kesabaran di Mekkah dan Madinah hanya bisa dilalui jika hati dipenuhi oleh rasa takwa yang kuat.
Bupati Titip Doa untuk Kemakmuran Daerah
Usai pelaksanaan shalat Jumat, prosesi beralih pada acara pelepasan formal yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Singkil. Suasana di dalam aula utama masjid seketika hening bercampur isak tangis haru dari keluarga pengantar yang menyaksikan dari area selasar.
Dalam arahannya, Bupati Aceh Singkil menyampaikan rasa bahagia yang mendalam atas keberangkatan para jemaah setelah melalui masa penantian yang panjang. Beliau menekankan bahwa para jemaah bukan sekadar potret personal, melainkan duta bangsa dan duta daerah yang membawa nama baik Aceh Singkil di mata dunia internasional.
Bupati juga menitipkan pesan melankolis namun visioner kepada para jemaah saat berada di tempat-tempat mustajab nanti.
“Kami atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh Singkil melepas keberangkatan Bapak dan Ibu sekalian dengan iringan doa. Di tempat-tempat mulia seperti Multazam, Arafah, dan Raudhah nanti, kami menitipkan doa. Mohon doakan agar Kabupaten Aceh Singkil senantiasa dianugerahi kedamaian, dijauhkan dari bencana, dan diberikan kelancaran dalam seluruh roda pembangunan serta kesejahteraan masyarakatnya,” pinta Bupati dengan nada bergetar.
Sinergi Pelepasan dan Kesiapan Sektor Dokumen
Acara pelepasan ini sekaligus menandai kesiapan final seluruh elemen pemangku kebijakan di Aceh Singkil, mulai dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat hingga dinas kesehatan, guna memastikan seluruh dokumen manifest, tes kesehatan akhir, dan logistik JCH telah rampung 100 persen sebelum diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Banda Aceh (BTJ).
Prosesi pelepasan diakhiri dengan bersalam-salaman dan foto bersama antara Bupati, jajaran unsur Forkopimda, tokoh agama, serta seluruh JCH, diiringi lantunan salawat badar yang menggema di sekeliling Masjid Agung Nurul Makmur, mengantarkan langkah awal para jemaah menuju baitullah.{*}
Laporan : Khalikul Sakda.







____________________________________________