Luwu, tipikorinvestigasinews.id — Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak digelar di 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di Kabupaten Luwu, kegiatan tersebut dipusatkan di Terminal Lama Belopa, Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kamis (21/5/2026) mulai pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah bersama instansi terkait guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Luwu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli warga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Kabupaten Luwu, Hamiruddin Syukur, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah telah beberapa kali dilaksanakan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan stabilisasi harga pangan.
“GPM telah sembilan kali dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan enam kali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Saat ini kembali dilaksanakan GPM serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan guna menyambut HBKN Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga subsidi sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan terkendali di pasaran.
Dalam kegiatan itu, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih murah, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58 ribu, telur ayam Rp48 ribu per rak, bawang merah Rp19 ribu per setengah kilogram, serta bawang putih Rp17 ribu per setengah kilogram.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng dengan harga terjangkau melalui skema subsidi pemerintah.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat menjelang hari raya keagamaan.
Program tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau.
Penulis: Rusding Investigasi Nasional







____________________________________________
