PASAMAN,http://tipikorinvestigasinews.id –Kepala Puskesmas Cubadak, Gusti Amrita, S.Kep., memberikan klarifikasi terkait penanganan pasien almarhum Good and Happy Rajo Gadumbang di Instalasi Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis (11/6/2026), Gusti Amrita menjelaskan bahwa pasien tiba di UGD Puskesmas Cubadak pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 12.20 WIB dalam kondisi tidak sadar dengan tekanan darah 80/70 mmHg.
Setibanya di UGD, petugas kesehatan langsung melakukan tindakan medis awal. Salah seorang perawat memasang oksigen dan infus, sementara perawat lainnya segera menghubungi dokter untuk berkonsultasi mengenai kondisi pasien.
“Pada pukul 12.21 WIB, perawat Sari menghubungi dr. Essty untuk berkonsultasi terkait kondisi pasien. Saat itu dokter menginstruksikan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit serta memastikan oksigen dan infus telah terpasang,” jelas Gusti Amrita.
Namun, saat petugas sedang menyiapkan berkas rujukan, kondisi pasien mengalami perubahan. Pada pukul 12.25 WIB pasien kembali sadar dan meminta izin untuk pergi ke kamar mandi guna buang air besar (BAB).
Perawat Sari pihak Puskesmas, petugas telah menyarankan agar pasien tidak menuju kamar mandi mengingat kondisi kesehatannya saat itu. Akan tetapi, pasien tetap bersikeras untuk pergi dan akhirnya menuju kamar mandi dengan didampingi pihak keluarga.
Selanjutnya, pada pukul 12.48 WIB, perawat kembali menghubungi dokter untuk melaporkan bahwa pasien telah sadar. Menanggapi perkembangan tersebut, dokter memberikan instruksi agar dilakukan observasi lanjutan, pemeriksaan ulang tanda-tanda vital (TTV), pemasangan alat pemantau saturasi oksigen, serta pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).
Pihak Puskesmas menjelaskan bahwa pasien berada di kamar mandi selama kurang lebih 20 menit. Setelah kembali ke tempat tidur, sekitar satu menit kemudian kondisi pasien kembali mengalami penurunan kesadaran.
Pada pukul 13.11 WIB, dokter kembali menginstruksikan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit dan memastikan oksigen serta infus tetap terpasang selama proses perjalanan. Selanjutnya, pada pukul 13.12 WIB pasien diberangkatkan menuju rumah sakit rujukan.
Menurut Gusti Amrita, dalam perjalanan menuju rumah sakit, tepatnya di kawasan Batas Batu Ampa, pasien sudah tidak lagi memberikan respons. Meski demikian, perjalanan tetap dilanjutkan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Panti untuk mendapatkan pemeriksaan dokter.
“Setibanya di RS Ibnu Sina Panti, dokter melakukan pemeriksaan terhadap pasien dan menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa pasien telah meninggal dunia,” ujarnya.
Terkait pemberitaan yang terbit pada 10 Juni 2026 yang menyebut adanya kekecewaan keluarga terhadap pelayanan UGD Puskesmas Cubadak, Gusti Amrita menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada keluarga almarhum.
Menurutnya, setelah membaca pemberitaan tersebut, pihak Puskesmas menugaskan Bidan Nova untuk mendatangi rumah duka sekaligus bertakziah pada 10 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, pihak Puskesmas bertemu langsung dengan keluarga almarhum untuk menanyakan pelayanan yang diberikan selama penanganan pasien.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, ahli waris sekaligus istri almarhum menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas UGD Puskesmas Cubadak,” kata Gusti Amrita.
Pihak Puskesmas Cubadak menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan terhadap pasien selama berada di UGD telah dilaksanakan sesuai kondisi medis yang ada saat itu, termasuk konsultasi dengan dokter, tindakan awal kegawatdaruratan, observasi, hingga proses rujukan ke rumah sakit.
Dengan adanya klarifikasi ini, Puskesmas Cubadak berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait penanganan almarhum Good and Happy Rajo Gadumbang sebelum mengambil kesimpulan atas peristiwa tersebut.
“Kami siap memberikan informasi dan terbuka kepada siapa saja. Atas nama Puskesmas Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, kami juga memohon maaf apabila terdapat pelayanan yang dirasakan kurang tepat oleh masyarakat,” tutup Gusti Amrita.
Pewarta : (Ade Putra)







____________________________________________
