
Pangkalan Bun tipikorinvestigasinews.id – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mengimplementasikan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada aspek penguatan pembinaan kemandirian warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun melaksanakan monitoring pengembangan budidaya ayam kampung, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan monitoring ini dilakukan oleh petugas Lapas untuk memastikan program budidaya ayam kampung yang dijalankan berjalan dengan baik, mulai dari kondisi kandang, kesehatan ternak, hingga ketersediaan pakan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, Drs. Dawa’i, M.A., mengatakan bahwa pengembangan budidaya ayam kampung merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan sekaligus mewujudkan pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar nantinya mampu mandiri dan memiliki kemampuan berwirausaha setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dawa’i.
Ia menambahkan, monitoring rutin akan terus dilakukan sebagai bentuk evaluasi agar pengembangan budidaya ayam kampung dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal. Selain menjadi sarana pembinaan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas warga binaan serta memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Jurnalis AGM





____________________________________________
