MAMASA,Tipikorinvestigasinews.id – Banjir bandang melanda Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari (23–24 Januari 2025). Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan hektar lahan pertanian serta menewaskan sejumlah hewan ternak yang terbawa arus deras. Banjir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Ketua KTNA Kabupaten Mamasa, Yulius Demmaraya, yang kebetulan berada di Nosu, melaporkan bahwa derasnya arus banjir telah merusak infrastruktur dan lahan pertanian di kawasan itu. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa video unggahan di media sosial yang memperlihatkan derasnya arus banjir yang merendam area persawahan.

“Saya menyaksikan langsung dampaknya. Banjir ini sangat parah, banyak lahan pertanian yang rusak berat, dan ternak milik warga juga ikut terbawa arus,” kata Yulius.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian material maupun korban jiwa. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani dampak bencana ini, termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Masyarakat setempat juga diimbau untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang diperkirakan masih berpotensi menyebabkan bencana susulan.





____________________________________________
