YOGYAKARTA,Tipikorinvestigasinews.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengurangi tenaga honorer sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menegaskan bahwa seleksi tenaga honorer dilakukan agar anggaran negara digunakan secara lebih optimal.
“Untuk tenaga honorer yang tidak terkait dengan pelayanan dasar dan wajib, kami melakukan pengurangan demi efisiensi anggaran,” ujar Bima Arya saat ditemui di Yogyakarta, Minggu (9/2/2025).
Selain kebijakan tersebut, Kemendagri tengah menyusun surat edaran sebagai panduan bagi kepala daerah dalam menerapkan efisiensi anggaran di masing-masing wilayah. Langkah ini bertujuan memastikan penggunaan anggaran lebih efektif dan sesuai dengan prioritas pembangunan nasional.
Bima Arya menambahkan bahwa efisiensi anggaran juga akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam retret atau pembekalan bagi kepala daerah yang akan digelar di Akademi Militer Magelang pada 21–28 Februari 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga negara guna mendukung program-program prioritas pemerintahannya.
Meski demikian, Bima Arya menegaskan bahwa pengurangan tenaga honorer tidak akan mengganggu pelayanan publik. Tenaga honorer yang memiliki peran krusial dalam layanan dasar akan tetap dipertahankan.
“Kami juga memastikan bahwa gaji dan tunjangan bagi tenaga honorer yang masih bertugas tidak akan mengalami pemotongan meskipun kebijakan efisiensi ini diterapkan,” ujar Bima.
Dengan langkah efisiensi ini, diharapkan penggunaan anggaran negara dapat lebih optimal tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Pewarta media Tipikor: Ansar kaperwil sulbar.





____________________________________________
