NTT TAMBOLAKA–Tipikorinvestigasinews.id– – Pada Senin, 17 Februari 2025, F. Frin Tuka selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya menjelaskan fokus utama soal pertanian adalah produktifitas pertanian, budidaya dan pemasaran produk pertanian. Beberapa upaya peningkatan produktifitas antar lain gebrakan produksi swadaya padi dan jagung. Perluasan tanah dan prasarana irigasi bendungan. Dan intervensi alsintan (alat dan mesin pertanian).
Menurut Frin dukungan untuk kelompok tani baik itu bibit atau benih, obat – obatan dan alsintan yakni melalui koordinasi dengan Provinsi, dan Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan. Bantuan dalam bentuk motivasi dan benih jagung (maksimal 75 ton per tahun). Dorongan ini untuk petani dalam penangkaran benih jagung.
Harapan untuk kelompok tani adalah dapat menjadi ekonomi bagi petani dan petani dapat mengembangkan pola pertanian yang lebih baik. Ucap, Frin.
Selanjutnya Frin juga menyampaikan terkait beberapa kelompok tani yang belum sama sekali mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian, ia berkeyakinan akan menindaklanjuti dengan menyiapkan data potensi lahan padi dan jagung. Baik itu padi ladang maupun padi sawah sehingga bisa dikoordinasikan supaya mendapatkan bantuan. Apalagi musim tanam 1 sementara berlangsung ( Bulan Oktober – Maret ) dan menanti musim tanam 2 ( Bulan April – September ).
Terdapat 2.730 Kelompok Tani di Kabupaten Sumba Barat Daya. Namun tidak diimbangi dengan Jumlah penyuluh yakni hanya 100 penyuluh. Rasio penyuluh per desa tidak memadai (idealnya 1 desa 1 penyuluh). Hal ini menyebabkan petugas penyuluh tidak profesional dan kurang efektif dalam mendampingi para petani
Akan tetapi, solusi dari tantangan tersebut tentu harus ada kerja sama antara stakeholder untuk membangun dan mendukung pendampingan penyuluh. Desa harus mensupport melalui Dana Desa (DD) untuk pengembangan bibit dan obat-obatan alat – alat pertanian. Kepala Desa harus bersinergi dengan penyuluh untuk meningkatkan kualitas pendampingan.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendampingan penyuluh dan meningkatkan produksi pertanian di desa termasuk perhatian untuk kemajuan dan peningkatan produksi pertanian yang memerlukan beberapa faktor, antara lain:
1. Intervensi teknologi, seperti alsintan (alat dan mesin pertanian), untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
2. Semangat dan motivasi dari para petani untuk terus berinovasi dan mengembangkan pertanian di lahan masing-masing.
3. Peran aktif dari Poktan dalam mengkoordinasikan dan mendukung kegiatan pertanian.
Dengan kombinasi dari faktor-faktor tersebut, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup petani dan memajukan pertanian Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. Tutur, Frin.
Liputan : Tim Tipikor Investigasi News. Id






____________________________________________