Sumbawa (NTB), tipikorinvestigasinews.id –ย Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, mendorong sejumlah jurnalis untuk tampil sebagai calon Ketua PWI NTB pada Musyawarah Cabang (Muscab) mendatang.
Ia juga menyoroti perlunya penyederhanaan persyaratan pencalonan, demi membuka ruang partisipasi yang lebih luas.
Zainuddin dalam keterangannya, Selasa (15/4/2025), mengapresiasi langkah salah seorang wartawan senior asal Lombok Timur, yang telah menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua PWI NTB.
Menurutnya, banyak figur potensial yang layak memimpin PWI NTB. Namun masih enggan menyatakan diri.
Ia menyebutkan beberapa nama seperti Nasruddin Zain (Ketua PWI NTB saat ini).
Abdurachman Hakim (Sekretaris PWI NTB), Ikliluddin (Bendahara PWI NTB), Jhonny (Ketua SIWO NTB), Purwandi (Sekretaris SIWO NTB), H. Abdussyukur (Ketua SMSI NTB) dan Boy Mashudi (Ketua JMSI NTB).
Dari kalangan muda, muncul nama Fahrul Mustofa (Ketua Forum Wartawan Parlemen) dan Bulkaino (Ketua Wartawan Ekonomi).
Sementara dari daerah, ada Abu Sufyan Muchtar (Sekretaris PWI Sumbawa), Adi Manaungi (Wakil Ketua PWI Sumbawa), Khairilwansyah (Ketua PWI KSB).
Firman (Ketua PWI Kabupaten Bima), Faharuddin (Ketua PWI Kota Bima) dan Muhyiddin (Ketua PWI Dompu).
โSemua nama itu berpotensi memimpin PWI NTB ke arah yang lebih baik. Regenerasi kepemimpinan perlu dilakukan di setiap periode,โ ujarnya.
Jen akrabnya disapa, juga mengkritisi sejumlah syarat pencalonan yang dinilai membatasi partisipasi anggota.
Salah satunya adalah keharusan memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Utama.
โJika hanya yang memiliki sertifikat UKW Utama yang boleh mencalonkan diri, maka banyak anggota pemegang Kartu Biru yang sah secara organisasi justru kehilangan haknya. Ini tidak adil,โ tegasnya.
Ia juga menyoroti syarat domisili calon Ketua PWI NTB yang harus berada di Kota Mataram. Menurutnya, ketentuan ini berisiko menimbulkan ketimpangan representasi wilayah.
โNTB bukan hanya Lombok. Ada juga Pulau Sumbawa. Jika hanya yang tinggal di Mataram yang bisa maju, ini bisa menciptakan kesan diskriminatif dan memicu disintegrasi antarwilayah,โ tambah CEO media online Samawarea.
Jen, mantan Redaktur Pelaksana Harian Gaung NTB, menegaskan bahwa PWI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan NTB.
Ia menyerukan agar kesempatan mencalonkan diri terbuka untuk semua anggota dari berbagai kabupaten/kota.
โWartawan di daerah juga memiliki kapasitas. Tinggal diberi ruang,โ pungkasnya.
(Jody. S. Ketua Intelijen Nasional )







____________________________________________