Gerakan Walikota Dengan Menurunkan “Striker” Oportunis, Membobol Ekonomi Warga

BREAKING NEWS

Payakumbuh,tipikorinvestigasinews.id — Gerakan 100 Hari Walikota Payakumbuh dengan membabat habis sumber pendapatan warga bikin Ekonomi Warga merana.

Setidaknya dalam 2 pekan terakhir, Walikota “Agam” mengibarkan bendera “merah” dengan menurunkan “Striker” Oportunisnya untuk menyerang gawang lawan, hingga bobollah pertahanan ekonomi mereka.

Sang Striker tanpa pandang bulu mengusir, menyita, menyikat, menghardik serta mengancam semuanya, sasaran utama Pedagang kecil dan petugas parkir dengan mengagungkan Perda Kota Payakumbuh yang sudah lama dibuat.

Oportunis adalah seseorang yang memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, tanpa terlalu memperhatikan keadilan atau moralitasnya. Mereka cenderung mementingkan kepentingan pribadi dan berusaha mendapatkan keuntungan dari situasi apapun.

Dengan menggaruk dan menghabisi Pedagang kecil, Pasukan Walikota Payakumbuh yang katanya kaya raya itu seperti membanggakan diri karena berhasil menambah penderitaan Warga yang sudah tertatih akibat perlambatan ekonomi, sadisnya setelah disuruh pergi dari tempat mereka “menggalas”, mereka tidak direlokasi dan diusir begitu saja.

Padahal mereka pedagang kecil yang gigih, hanya tempat saja yang membuat mereka digaruk dan diusir, kejam!

Walikota Zulmaeta (Agam) dan Wakilnya Elzadaswarman (Pariaman) seperti tidak peduli dengan pura-pura lupa bahwa mereka baru saja dipilih oleh Rakyat Payakumbuh yang mungkin saja salah banyak pemilhnya adalah termasuk yang mereka garuk, Ironis?

Teringat kita akan Hadist Nabi ;
Artinya: “Apabila amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu (Arab Badui) bertanya, “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi saw menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” (HR. Al-Bukhari).

2 Orang Pemimpin terpilih ini seperti tidak ada sense of crisis (kepekaan terhadap krisis),
“Tidakkah terlintas dihatimu sebelum bertindak wahai pemimpin, jika kami dilarang berdagang, kami mau makan apa?” Teriak samar Ni Elly yang gerobaknya didorong-dorong petugas berseragam coklat tanah untuk segera “berambus”.

Uni Elly menjadi potret dari “sok” tegasnya Walikota Payakumbuh hingga membuat salah satu tokoh, Dt.Paubek Hati Palarai damam bersuara,
“Sebenarnya keberadaan Pedagang dan Parkir itu belum terlalu menggangu ketertiban Kota kecil seperti Payakumbuh ini, biarkanlah mereka berdagang untuk menghidupi keluarga, kelola saja mereka dengan baik dan tidak perlu pula mereka diusir-usir dengan kasar” saran dari Datuak yang salah satu kamanakannya datang mengadu tentang tempat usahanya “dikebiri” Walikota.

Sementara itu, menurut informasi Walikota Payakumbuh Zulmaeta seperti tidak serius dalam mengejewantahkan janji-janjinya, khususnya Walikota di kabarkan sering absen “masuk sekolah”?

Ya, ada informasi bahwa Walikota Zulmaeta setiap pekan (Kamis hingga Minggu) masih menjalankan profesi pribadinya sebagai Dokter Bedah?

Jika Informasi ini benar, benarlah Walikota Kota Pilihan kita sudah tidak Independen lagi dan harus diganti atau mundur teratur?

Saat Walikota Payakumbuh dikonfirmasi Via WA, tidak menjawab.

MAHWEL ( tem )

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *